Ulasan Novel Dwilogi Padang Bulan Karya Andrea Hirata


Menjelang keberangkatan Ikal ke Jakarta untuk melamar pekerjaan dan meninggalkan kampungnya dia berteriak dan menyesali kesia-siaan hidupnya. Setip waktunya hanya memikirkan dan mencintai wanita sementara dia akhirnya kecewa. Dan falasafah hidup yang dianut dari sebuah poster John Lennon ternyata membuatnya kecewa. Sehingga dia berteriak (yang teriaknya sama seperti nasehat ibunya) ketika akan menaiki kapal Mualim Syahbana.



Itu adalah ekspresi kekecewaan yang diungkapkan seorang lelaki bernama Ikal yang tergila-gila oleh seorang wanita Tionghoa bernama A Ling. Ikal telah frustasi dan ibunya menyuruh untuk ke Jakarta mencari kerja, karena di kampung dia hanya menjadi pengangguran dan kerjaannya hanya memikirkan A Ling, sementara wanita itu telah berpaling.  Ikal kalah saing dengan laki-laki bernama Zinar. Laki-laki kekar, tinggi, ganteng, putih, rambutnya lurus dan jago di segala bidang olahraga. Sementara Ikal negasi dari kelebihan Zinar.

Awal membacanya saya kira ini adalah novel yang seram dan mencekam dari awal hingga endingnya nanti. Tapi ternyata dugaan itu salah. Karena tokoh yang diceritakan di awal novel ini ternyata bukan tokoh utama. Sebagai pembaca novel amatiran saya terperdaya oleh alur cerita yang dibuat oleh Andrea Hirata.

Di lembaran pertama novel menceritakan Enong. Seorang anak kecil lugu yang harus berhenti sekolah, kerena ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga saat itu meninggal saat sedang menambang timah. Posisi Enong sebagai anak pertama otomatis harus menjadi pengganti ayahnya yang harus menafkahi keluarganya; ibunya dan adiknya. Saya terharu dan sangat serius membacanya.

Tapi seperti yang saya katakan di awal ternyata Enong  bukan tokoh utama novel ini. Tokoh utamanya adalah Ikal (mungkin hehe). Mungkin teman-teman akan mengerti setelah membacanya. Silahkan beli saja novelnya hehe.

Dari cerita awal yang serius membelok ke cerita cinta nan mengenaskan dan penuh perjuangan dengan dipenuhi humor yang segar. Yah, humor. Tapi humor yang Andrea Hirata miliki dibalut dengan pilihan kosa kata dan rangkaian kata yang anggun.  Membuat humor itu menjadi tidak norak dan tidak dibuat-buat, kelucuannya pun sampai pada saya sebagai pembaca.

Dialognya dengan detektif (sekaligus sahabatnya) M Noor lebih banyak mengocok perut daripada dialog tentang keahlian detektif yang kita tahu sangat serius. Apalagi detektif M Noor ini mempunyai anak buah bernama Jose Rizal yang bukan main gagahnya dan tak kalah lucu juga.

Walaupun banyak dibalut dengan komedi ada banyak nilai-nilai kehidupan yang disampaikan oleh penulis. Mungkin penulis tidak bermaksud menyisipkan pesan-pesan tertentu tapi saya sebagai pembaca merasakan bahwa ada banyak nilai yang saya dapat, nasehat yang saya serap dan hal-hal yang belum saya tahu bisa saya pelajari dari novel yang masih ada lanjutannya ini.

Novel Padang Bulan adalah novel dwilogi, yang saya baca dan ulas ini adalah novel yang pertama. Yang keduanya berjudul Cinta Dalam Gelas. Semoga saya bisa membelinya dan membacanya juga mengulasnya disini, versi saya. Novel ini sudah lama sekali terbit. Cetakan pertama Sekitar Maret 2011, dan saking larisnya novel ini hingga cetakan kesebelas di tahun 2017. Saya membacanya satu tahu setelah cetakan kesebelas!!

2018.

Telatnya keterlaluan.

Novel ini memang novel best seller. Saya tidak banyak mengatakan apa pun tentang penulis dan karyanya ini. Hanya ulasan sederhana. Ada banyak karya Andrea Hirata yang sangat terkenal dan sudah difilmkan, tapi rupanya saya baru membaca dua novel yang dia buat. Satu, berjudul Ayah (yang sangat luar biasa menggugah) dan yang kedua, novel Dwilogi Padang Bulan ini.


Semoga saya dan mungkin juga teman-teman yang belum membaca novel beliau bisa membaca novel-novel yang lain yang tidak kalah kerennya. Dan bisa diulas disini dengan harapan saya bisa pamer kalau saya ini suka membaca juga. Yah saya mencoba untuk 'riya'. Hehe

 Terakhir saya ingin menyampaikan nasehat untuk saya sendiri dari hasil membaca novel ini.

"PIK! Hidup itu misterius, tugas kita bukan hanya sekedar untuk mengungkapnya tapi juga untuk memperjuangkan apa yang kita cita-citakan, halang-rintang yang akan kita hadapi kedepan adalah sebuah warna dan rasa yang harus kita nikmati dan syukuri keindahannya. Bersiaplah, bersukurlah dan berbahagialah"

Komentar

  1. www.bolavita.pro agen sabung ayam online dan judi bola online
    Link Alternatif Sabung Ayam S128 :

    www.sabungonline.org
    www.ayamsabungonline.com
    www.sabung-online.com
    www.sabung-online.net
    www.sabung-online.org
    www.onlinesabungayam.net

    Wechat : Bolavita
    WA : 081377055002
    Line : cs_bolavita
    BBM : D1A1E6DF / D8DB1C57 / BOLAVITA

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan saya akan BW balik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Cara Nolak Ajakan, Secara Halus

Kita Utang Pada Siapa?

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Ebook Ke Dua