Langsung ke konten utama

Jawaban: Kenapa Tulisan Berubah?



Mungkin banyak pertanyaan yang harus saya jawab. Terutama tentang pertanyaan kenapa tulisan saya kok jadi ‘aneh’ begini.

Ada beberapa proses yang tak mungkin saya ceritakan disini. Kerena sifatnya rohaniah. Sebuah pengalam yang pembaca akan mengerti jika mengalaminya sendiri. Karena memang fungsinya bukan untuk didiskusikan tapi untuk transformasi diri. Syaratnya harus diamalkan. Jika pun ditulis akan sedikit membingungkan dan saya pun bingung apa kata dan kalimat yang tepat untuk menuliskan pengalaman itu.

Mungkin lebih baik jika ngobrol langsung saja ya. Hehe

Alasan umumnya mungkin karena umur. Di umur yang sudah lumayan dewasa ini, saya rasa sudah saatnya saya menggunakan bahasa yang 'umum'. Yaitu bahasa yang agak sedikit formal bukan lagi bahasa ‘anak-anak gaul’ lagi. Karena memang saya ini tidak gaul-gaul amat.

Alasan lainnya karena pengaruh bacaan. Yah, saya lihat sekarang sudah jarang sekali buku-buku komedi dengan bahasa gaul khas anak-anak remaja dan orang-orang kota metropolitan, di rak-rak toko buku. Tak seperti dulu, yang begitu menjamurnya buku semacam itu. Saya pun juga jadi kurang tertarik lagi membacanya.

Bukan kualitas tulisan teman-teman pembuat buku itu kurang bagus, hanya saja saya ingin bacaan yang berbeda. Referensi bacaan berbeda. Dan referensi yang saya baca semuanya menggunakan bahasa yang baku dan resmi. Yah, namanya juga buku-buku ‘serius’ mana ada yang menggunakan bahasa yang tidak baku. Jadi saya pun banyak terpengaruh dari bahan bacaan.

Alasan terkahir yang mungkin saya bisa berikan adalah, saya ingin sesuatu yang baru dan disana ada sebuah perkembangan, apalagi perkembangan ke arah yang lebih baik.

Mungkin itu saja. Alasannya sederhana tapi prosesnya tidak demikian.

Cukup lama saya tidak menulis saya pun merasa kangen untuk menulis dan menuangkan ide-ide kedalam bentuk tulisan. Mungkin ada sebagian pembaca yang kaget, begitu menulis lagi malah muncul dengan tulisan seperti ini. hehe.. jangan kagetan yah, kita harus terbiasa dengan perubahan dan perbedaan.

Saya harap ini bisa membawa manfaat, untuk diri saya sendiri. Lebih-lebih untuk pembaca. Semoga.


Komentar

  1. Saya jadi paham kenapa beberapa orang berubah seiring usianya. Meliputi bagaimana ia menuliskan kata-kata. Jadi, membaca alasan di atas, buat saya rasanya normal. Yang tidak normal, jeda pas kamu menghilang dari dunia menulis di blog tanpa alasan. Sibuk sekali? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jarang nulis karena sibuk nyari sesuatu din. hehehe. nyari duit juga buat jajan

      Hapus
  2. Dengan usia semakin matang lah ya bang. Haha

    Gue mungkin hampir fase itu, entah akan konsisten atau nggak. Jalanin aja. Nulis ya emang yg pengen gue tulis aja sih. Hahaha

    Beberapa tulisan belakangan lagi suka nulis game deh. Ya next postingan bakalan game lagi agaknya mah. Hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*

Postingan populer dari blog ini

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?