Langsung ke konten utama

Kepedulian Keluarga Sukanto Tanoto Dalam Pemberdayaan Masyarakat






            Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup dipercaya oleh keluarga Sukanto Tanoto sebagai solusi pengentasan kemiskinan. Atas dasar itulah, ketiga hal tersebut otomatis menjadi fokus kegiatan Tanoto Foundation.

            Selain memberikan bantuan pendidikan kepada para siswa, mahasiswa, dan guru melalui beasiswa serta program Pelita Pendidikan, Tanoto Foundation juga memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai salah satu langkah untuk pemberdayaan masyarakat.

Salah satu bentuk perwujudannya, Tanoto Foundation menggelar beragam pelatihan kepada petani serta ibu rumah tangga. Para petani diberi bekal dalam menjalankan sistem pertanian yang baik, dan melakukan pendampingan agar produksi meningkat. Selain itu, pendidikan untuk pemasaran juga diajarkan.

            Salah satu penerimanya adalah seorang petani sawit asal Pelalawan, Riau, bernama Rusman Efendi. Sebagai tulang punggung kehidupan keluarga, Rusman sangat berharap produksi kelapa sawitnya terus meningkat. Selain itu, ia ingin agar proses pemasaran semakin mudah supaya ekonomi keluarganya kian membaik. 


“Dulu saya harus menempuh jarak yang jauh untuk menjual kelapa sawit. Kadang buah menjadi busuk di tengah jalan. Kini, saya lebih mudah menjual produk saya. Belum lagi saya mendapat pendampingan dan pelatihan dari Tanoto Foundation untuk menjalankan sistem pertanian yang baik. Sekarang, hasil panen kelapa sawit saya terus meningkat,” kata Rusman.

            Sejak saat itu, kehidupan Rusman berubah. Taraf hidup semakin membaik seiring dengan kemampuan ekononi yang meningkat. Namun, bukan hanya Rusman yang merasakannya. Ibu rumah tangga juga mendapatkan dukungan dari Tanoto Foundation untuk memperbaiki hidupnya. Caranya ialah dengan memberi pelatihan untuk mencari penghasilan tambahan.

            Salah satu contohnya adalah Yusfaini yang diajari keterampilan membatik. Ia juga dibimbing dalam memasarkan batik buatannya. Hasilnya sungguh positif. Dari awalnya ia  tidak mampu membantu ekonomi keluarga, sekarang Yusfaini sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

            “Dari tidak bisa apa-apa, kini saya bisa membatik berkat pelatihan dari Tanoto Foundation. Saya juga dibantu untuk memasarkan produk batik saya. Hasilnya cukup untuk menambah penghasilan keluarga,” tutur Yusfaini.

            Kisah Rusman dan Yusfaini hanya sebagian dari upaya pemberdayaan keluarga yang dilakukan oleh Tanoto Foundation. Selain mereka, masih banyak pihak lain yang menikmati dukungan serupa.

            Hingga kini, Tanoto Foundation sudah memberi dukungan kepada lebih dari 5.661 petani dalam menerapkan sistem pertanian yang baik. Tanoto Foundation juga menyediakan pelatihan manajemen bisnis kepada 215 pengusaha kecil dan melatih keterampilan usaha bagi 144 orang.

            Harapannya keluarga Sukanto Tanoto untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia, sedikit demi sedikit telah menunjukkan hasil positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?