Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Continuous Learning

Dulu apa yang gue anggap sesuatu yang sulit, sekarang malah menjadi mudah dan bahkan ada juga yang menjadi sebuah kebiasaan. Contohnya menulis. Dulu hal ini tidak pernah gue bayangkan akan menjadi hobi bahkan sebuah kebiasaan. Di kelas, gue jarang nulis (pakek tangan), dari SD sampai kuliah, buku yang gue bawa isinya lebih banyak gambar-gambar nggak jelas. Kadang gue gambar mobil, gambar pemandangan, gambar kartun, gambar cewek sampai gambar-gambar yang 18+.
Di rumah pun juga sering gambar-gambar, sampai bapak gue bilang “mau jadi apa kamu pik? Kerjaanmu ng’gambar bae!” dengan nada sewot. Sebagai anak yang teladan, gue nurut.Gue berhenti menggambar, dan lari ke warung. Melakukan aktifitas baru; ngopi dan ngerokok. Mungkin kalau gue ngerokok di rumah dan ketahuan sama bapak bakalan diamrahin juga sama bapak...“mau jadi apa kamu pik? Ngerokok bae! Duit masih dari orang tua! Gak tau diri!” sambil melotot.
Orangtua memang harus kita hormati, walaupun memang menyebalkan. Gue menggambar dibil…

Nothing Is Impossible

Sosoknya yang sederhana, supple dan jika mengenalnya lebih dalam dia merupakan pribadi yang religius. Pekerjaannya sekarang, posisinya sekarang yang bisa dibilang prestige atau membanggakan, dan juga keadaan ekonominya sekarang yang beliau rasakan, ditempuhnya dengan kerja keras dan mungkin bisa dibilang (dalam pribahasa) ditempuh dengan berdarah-darah.
Gue rasa setiap orang yang kita lihat sudah mapan dan punya kehidupan yang cukup atau bahkan mewah punya pengalaman dan usaha yang luar biasa keras, sampai akhirnya pada posisinya yang sekarang. Termasuk beliau ini. Dia banyak menemui kesusahan, kepedihan dan masalah dalam hidupnya.
Kesusahannya adalah ketika dia harus mengawali hidupnya menjadi seorang kuli bangunan ketika lulus Sekolah Menengah Atas. Kepedihan juga dirasakannya. Beliau ditinggal ayahanda sejak umur 2 tahun, dan disusul ibunda tercintanya ketika menginjak kelas satu SMA dan juga begitu banyak masalah yang ia hadapi ketika menginjak masa-masa dewasa. Termasuk ketika dia …

Asyikin Ajah!

2017 menjadi tahun yang baik untuk mengawali kebaikan dan membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Termasuk baik dalam hal membahagiakan diri sendiri. Yah, karena kurang lebih satu tahun ini belum ada yang mau sama gue jadi sepertinya Tuhan itu sangat baik membiarkan gue untuk sendiri supaya gue tahu kalau gue juga butuh disenengin. Mungkin baru setelahnya nyenengin orang lain.
Jomblo mah jomblo ajah pik!
Ah iya dah..
--
Manusia memang pada dasarnya suka kesamaan, contohnya ketika di tempat kerja, di kampus, di planet Mars, atau di Pantai Gading ketika kita ketemu orang yang sedaerah misal pasti senengnya bukan main apalagi ketika kita ngomong pakek bahasa daerah asal.

Kepedulian Keluarga Sukanto Tanoto Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup dipercaya oleh keluarga Sukanto Tanoto sebagai solusi pengentasan kemiskinan. Atas dasar itulah, ketiga hal tersebut otomatis menjadi fokus kegiatan Tanoto Foundation.
Selain memberikan bantuan pendidikan kepada para siswa, mahasiswa, dan guru melalui beasiswa serta program Pelita Pendidikan, Tanoto Foundation juga memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai salah satu langkah untuk pemberdayaan masyarakat.
Salah satu bentuk perwujudannya, Tanoto Foundation menggelar beragam pelatihan kepada petani serta ibu rumah tangga. Para petani diberi bekal dalam menjalankan sistem pertanian yang baik, dan melakukan pendampingan agar produksi meningkat. Selain itu, pendidikan untuk pemasaran juga diajarkan.
Salah satu penerimanya adalah seorang petani sawit asal Pelalawan, Riau, bernama Rusman Efendi. Sebagai tulang punggung kehidupan keluarga, Rusman sangat berharap produksi kelapa sawitnya terus meningkat. Selain itu, ia ingin a…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...