Kamis, 18 Agustus 2016

Kecerdasan Keuangan for Beginner





Dalam hal pengetahuan keuangan gue yakin orang yang seumuran gue (17 tahun) masih belum mengenal apa itu kecerdasan keuangan atau yang paling familiar deh yaitu kemampuan mengolah uang dengan baik. Buktinya adalah ketika gue punya uang banyak (relative) selalu habis dalam beberapa minggu saja. Kadang gue hitung lagi uang itu gue beliin apa dan gue spend uang buat apa ajah.

Setelah dihitung-hitung gue menemukan keanehan, bukan, bukannya muka yang gue aneh tapi… Gue baru sadar ternyata sebagian uang yang gue punya dihabiskan untuk hal-hal kontra produktif.. Artinya gue telah meghabiskan separuh uang itu untuk kegiatan yang sama sekali nggak bisa menambah uang yang gue punya – dimana konsep kecerdasan keuangan menurut gue adalah ketika uang yang kita punya paling tidak bisa bertambah nilainya (jadi banyak bukan karena ngepet atau melihara tuyul) atau kita bisa membelanjakannya dengan arif.


Kecerdasan keuangan dasarnya adalah menahan diri untuk tidak membelanjakan uang secara berlebihan dan tidak terkontrol. Hal itu bisa dibentuk sejak sekarang artinya sejak kita tahu bahwa ilmu keuangan itu sangat perlu untuk kita kuasai dan pangkalnya adalah menahan diri.

Untuk tahu tentang masalah keuangan tentu harus cari tahu dari ahlinya. Kebetulan gue deket sama orang yang ahli dalam bidang keuangan. Gue nanya-nanya banyak tentang dunia peruangan kadang beliau suka memberikan gue masukan dan nasehat untuk mengolah uang dengan baik. Berikut adalah hasil dari diskusi dan masukan dari beliau, baca sampe habis!


Hindari pemakaian kartu kredit
source
Pak Adi bilang ke gue “jangan sekali-kali kamu pakai kartu kredit, pik”. Beliau adalah Vice President di salah satu bank devisa, tahu nggak apa yang dia lakukan ketika dia diberikan fasilitas kartu kredit oleh bank tempat dia bekerja? Kartu kreditnya dia gunting! Dipotong-potong! Sempat ditegur tapi dia tetap pada pendiriannya ‘say NO to credit card!'.

Walaupun seumur hidup gue sama sekali belum pernah megang kartu kredit. Gue keep nasehat pak Adi baik-baik dan gue masukan itu ke dalam memori tentang keungan ini dan gue yakin ini juga akan sangat bermanfaat untuk gue nantinya.

Berpikirlah untuk menjadikan uang yang kita dapat bertambah nilainya, caranya dengan berpikir untuk mulai berwirausaha. I won’t to discuss entrepreneur because entrepreneur is a habit and something detail to discuses here. Gue belum jadi pengusaha sukses yang udah layak memberikan penjelasan tentang prinsip atau ilmu tentang entrepreneur. Jadi segitu ajah ye. Oke lanjut..


Latih mental investor 
Aware dengan segala bentuk investasi. Tapi Investasi yang kridible jangan tergiur investasi yang menawarkan bunga di atas NOL KOMA. Investasi di perbankan berupa deposito atau bentuk investasi lain kayak jadi pemodal bisnis bawang atau bisnis kecil-kecilan misalnya kalau memang duitnya banyak. Untuk menuju level advance, beli lah saham, mainan saham jangan mainan cewek mulu apalagi mainan becek-becekan. Tapi sebelumnya pelajari dulu bagaimana sistem dunia saham dan lain-lain.

Untuk apa sih kita melatih mental investor ini. Lagi-lagi kata pak Adi, hal ini sangat perlu dilakukan karena tidak setiap orang punya kemampuan untuk menjadi pengusaha dan lebih banyak yang jadi pekerja dan berkarier,  maka melatih mental investor ini adalah salah satu solusi yang beliau sarankan.  Tentu sambil kita mempelajari bisnis yang profitable and long term alias menguntungkan dalam jangka panjang.

Melatih mental investasi juga mendidik kita untuk disiplin selama kita belajar memanage uang.



Belanjakan uang dengan bijak
source
Beli lah barang karena butuh. Kalau emang mau beli barang mahal pastikan barang yang dibeli barang branded atau bermerek yang bisa di jual lagi dan nilai jualnya masih tinggi. Beli barang murah tapi kualitas ancur dan biayaya reparasi dan oprasionalnya tinggi sama ajah bohong, percuma. Mending beli yang murah sekalian atau beli yang mahal tapi bermerek dan asli.  

Kenapa ini ada di bagian akhir dari bahasan kecerdasan keuangan untuk pemula versi gue (featuring pak Adi). Karena ketika kita butuh sesuatu pasti kita akan mengluarkan uang yang kita punya untuk memenuhi kebutuhan kita:  kebutuhan sandang, pangan, papan, papan skateboard dan papan-papan yang lain. Tapi seperti yang gue bilang beli lah barang karena butuh jangan karena kita suka barang tersebut atau karena alasan yang kurang logis yaitu karena “lucu”.

Contoh: ada casing handphone yang masukilin abis atau yang girly banget, hanya karena rasa suka kita terhadap barang tersebut lalu kita membelinya, padahal kita nggak butuh-butuh banget. Yang kaya gitu sih yang seharusnya mulai dimanage, mulai diubah dan mulai menahan diri.  Mulai juga tanamkan pada diri kita untuk beli barang karena kebutuhan ajah. Walaupun sesekali mah boleh ajah untuk appreciate terhadap diri tapi tetep jangan kebablasan.

“Spend Your Money Wisely”

Mungkin itu ajah dari gue itu juga hasil belajar sana-sini, tanya kesana kemari sama orang yang ahli tentang bagimana mengolah uang dengan baik. Gue cuman dapet segitu. Nanti kalau gue dapet lagi I am going to share with you all guys. Gunakanlah uang dengan baik, jauhi  kartu kredit, mulailah berinvestasi, belanjakan uang dengan baik dan bijak dan jangan lupa sedekah kalau dapet duit banyak.

Sampai jumpa di postingan berikutnya. Eh ngomong-ngomong komen dong atau nambahin ide kek di bawah atau karena gue tahu lo orangnya baik share yah biar makin banyak orang tahu. Udah gitu ajah. 

28 komentar:

  1. Kartu kredit emang Gak Bagus, bikin kita jadi boros. Kalo penghasilan kita udah kayak Raditya Dika boleh lah... Hahah.

    Soal investasi menarik juga, cuma kalo soal masalah saham kayaknya terlalu berat, harus bener-bener paham. Investasi mudah itu reksadana, bahkan yang paling dekat dengan kita itu asuransi. Cuma kan banyak yang belum sadar soal itu. Pola pikir dulu sih, menurut gue yang harus dibiasakan... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang penghasilan Radit berapa bang? lah sama ajah menurut gue mah mau segede apapun penghasilan kita kartu kredit itu biang kebangkrutan haha

      Hapus
  2. Iya sih banyak yang bilang kita musti hati hati kalau punya credit card. Tapi untuk pembayaran software, beli game atau langganan musik streaming, kartu kredit lebih memudahkan fik..

    (((mainan becek becekan))) diksinya apa banget dah fik :))

    Makasih infonya kaka tofik. Habis ini mau investasi dollar Angola ah. Siapa tau berkah, doain yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh itumah debet kali kuh bukan credit card

      dolar angola seharga ikan asin kuh percuma

      Hapus
  3. Sayangnya, gue gak punya temen yang namanya arif, hahaha... canda.

    Tapi bener tuh, sering banget gak bisa nahan hawa nafsu, jadi, barang yang bukan kebutuhan kita, dibeli aja gitu, padahal itu cuma keinginan biasa, bukan apa2.

    Okelah ini, dan belajar berinvestasi juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Yog investasi lah asal janan MLMan ajah hahaha

      Hapus
  4. Cerdar dana keuangan. Ya, mungkin ini yang sedang gue lakukan saat ini bg. Menemukan sesuatu cara untuk membuat uang gue bertambah lagi nilainya.

    Hemm... Bener banget, sih. Penggunaan Kartu Kredit emang praktis banget. Tapi... Harus tau juga, namanya kredit. Belum dibayar. Nah, enak-enak udah dipake, pembayaran membengkak. Hadeh...

    Soal Investasi, keknya gue mulai lagi, ni bg. Doakan lancar.

    Nah, kalo belanja, biasanya gue atur dari rumah dulu, mau beli apa dan berapa jumlahnya. Nah, setelah ditulis semua, kan kelihatan tuh, mana yg gak penting dan penting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin Ru gue selalu do'an temen2 supaya pada sukses dan bermanfaat untuk ummat :))))

      Hapus
  5. Bener tuh , termasuk gue yak .. gue juga kadang enggak pake uang kalo gue sendiri enggak perlu .

    "Belanjakan uang dengan bijak" itu kata kata ya keren ya , kita sebagai manusia emnag harus menggunakan uang yang kita miliki dengan semaksimal mungkin.

    Artinya , jika kita merasa perlu dan butuh maka belilah barang yang menurut kita sedang kita butuhkan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Jun belanjaan duit lo secara bijak jangan buat beli kon... ci ajah iya lo jangan beli konci :))))

      Hapus
  6. Pik, kok nusuk banget yah postingan ini. Sebagai kaum hawa yang tengah merasakan kecantikan, aku suka beli hal-hal yang mungkin kaum pria bilang, g penting. Makanya g aku sebut disini, apaan aja yang aku beli sebagai kaum hawa. Tapi walaupun beli barang yang kalian bilang g penting, aku tetep seneng dan g menyesal *bela diri*

    Btw, bukannya mau boros atau gimana sih dari pengalaman sebagai kaum hawa, aku juga ngasih batasan buat g kalap. Misal dapet gaji, udah keitung duit segini buat kebutuhan wajib, segini buat jajan, dan segitu buat nabung. Kalau investasi belum bisa sih saat ini, ada masalah keuangan yang g bisa diceritakan, pokoknya investasi masih nanti kalau masalah keuanganku udah kembali normal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahahaha.. ini emang nusuk buat wanita2 soalnya emang banyakan yang kayak lo Pit

      Hapus
  7. Gue juga sempat ngobrol2 m ikut seminar2 kewirausahaan. Rata2 mereka melarang kredit card. Kredit card membuat kita lupa diri, ujung2nya bisa bikin rekening jebol. Yuk ah hindari kredit card.

    Klo tips ini cocok banget untuk kaum hawa deh, pik. Tau sendiri dah klo cewek itu lebih banyak belanja yang menurut gue si gak penting2 banget. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Ki jangan gunakan lah nanti lo jebol.. anu maksudnya duit lo

      Hapus
  8. Saya juga masih ragu dengan penggunaan kartu kredit. Tapi beberapa teman sudah mahir bahkan mendapatkan keuntungan dari kartu kredit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. keuntungan apaan dari kartu kredit? -_-

      Hapus
  9. Pas ngekos dan dikasih uang bulanan, aku baru eman banget kalo masalah uang bang. Aku itung-itungan kalo udah masalah uang. Harus pinter mengatur pengeluaran uang biar nggak habis sebelum akhir bulan. Ngenes banget kan kalo sampe kehabisan uang sebelum mendekati hari dikirimnya uang bulanan.

    Belum kepikiran buat menginvestasi uang sih. Selama ini masih nabung-nabung tanpa tujuan gitu. Yang penting punya uang tabungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nabung juga udah bagus pon lumayan dariada lo jajanin sembarangan yah jajan sembarangan

      Hapus
  10. investasi itu ide yang bagus menurut saya.. resikonya kecil..
    kalau udah terkumpul dan terbilang cukup, baru deh belajar sedikit demi sedikit untuk membuka usaha.. :)
    kartu debit juga sama berbahayanya kayak kartu kredit.. mending sih kalau jalan atau belanja, usahakan memang pakai uang tunai.. jangan pernah sekali-kali pakai kartu debit atau kartu kredit.. buat ketagihan.. maaf, nge-share pengalaman pribadi.. hehehe

    BalasHapus
  11. Agak males sih bahas masalah begini. Tapi, kalo dipikir2 perlu juga sih paham dan wajib tahu.

    Masalah kredit card juga, untungnya gue belum terlalu sering make.

    BalasHapus
  12. Baca ini kaya lagi belajar ekonomi hehehe :D

    Aku sampe sekarang ga ngerti cara kerja kredit card dan kayanya juga ga bakal bikin, ya karena ga ngerti itu.

    Kebiasaan uang itu abisnya kalau lagi jalan liat barang yg 'lucu' terus abis itu khilaf, cuma dikit kok, tapi nanti pas udah kebeli nyesel.

    BalasHapus
  13. Gua beberapa minggu terakhir lagi banyak baca soal ini, tapi ya sampe sekarang tetep ga ngerti. Buku-buku sering bilang, belajarlah investasi, tapi itu pernyataan yg klise : jadi investasi itu gimana caranya sih? Banyak buku yg katanya ngebahas soal ini, tapi pembahasannya muter-muter dan ujung-ujungnya gua tetep ga dapet jawaban yg konkrit. Ada saran buku yg bisa gua baca untuk belajar soal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin gambarannya bisa baca bukunya Robert Kyosaki koh hehe coba ajah

      Hapus
  14. ya MENABUNG lah Pik..hehe kalo gue juga beli sebangsa map kecil yang buat tempat nota2 ati struk yang kayak dompet tuh, nah tiap tiap slipnya gue kasih nama, misal : uang darurat, ada juga uang dingin(uang yang nggak panas, alias ngga berputar), ada juga uang jeng jeng (alokasi buat negagul di mall) dll. naaah, jadi walopun foya foya juga udah terkontrol karena ada budgetnya, jadi nggak suka suka ambil uang di ATM ntar pas akhir bulan cuman bisa makan mie. kan sediiih...buat deposito juga bisa di bank, yang otomatis uang kita akan diambil dari rekening kita buat deposit dan bisa diambil dalam jangka waktu 20 tahun mendatang, apa 5 taun mendatang. kaaan..jadi kerja ada gunanya kita...

    BalasHapus
  15. Fik, kayaknya bagian sedekah bukan ketika pas dapet duit banyak aja. Kalo dapet sedikit pun, perlu tuh sedekah biar yang sedikit tetep berkah. :)

    BalasHapus
  16. kaya ,ga kaya bakal mati juga.

    BalasHapus
  17. kaya ,ga kaya bakal mati juga.

    BalasHapus
  18. kaya ,ga kaya bakal mati juga.

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*