Jumat, 15 Juli 2016

Kita Utang Pada Siapa?



Apakah kita pernah berpikir dari triliunan utang Indonesia bisa kita (negara ini) bayar? Pasti pernah. Gue pun sering berpikir seperti itu. Walaupun tidak pernah ketemu kapan Indonesia bisa bebas dari ‘hutang luar negri’. 

Dalam sebuah dialog bersama Dokter Asad, mas Reza dan pak Adi kami berempat tampak serius berbincang tentang Indonesia. Salah satunya tentang hutang luar negri Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin bertambah. 

Pak Adi adalah seorang mantan Vice President bank devisa, ahli perbankan dan sudah 28 tahun berkecimpung di dunia per-uang-an, beliau mengatakan “Indonesia baru bisa bebas hutang kalau menjual satu pulau”, Dokter, mas Reza dan (apalagi) gue melongo dan heran: pertama kok beliau bisa menghitung sampai sejauh itu, kedua kita bingung sampai segitu banyak kah hutang Indonesia sampai harus menjual pulau. Dalam benak gue “pulau mana, yah, enaknya untuk dijual”.. 


Apakah itu sekedar opini tanpa data? Tidak. Beliau menggunakan data dan hitung-hitungan ala banker, beliau juga punya data utang luar negri Indonesia dan tahu kalkulasi mata uang asing yang turun naik – baik rupiah terhadap dolar maupun terhadap mata uang lainnya.

Pertanyaannya adalah kenapa pak Adi tidak menyebutkan waktunya? Sebenarnya beliau sebut waktunya (actually, gue lupa) tapi yang paling penting adalah DENGAN CARA APA Indonesia bisa bebas hutang? Dan pak Adi menemukan caranya setelah hitung-hitungan matematis keuangan yang telah dia lakukan. Yah, mungkin itulah yang bisa beliau lakukan sedikit menyumbang pemikiran tentang permasalahan yang ada. Pertanyaan paling mendasar yang sebenarnya harus kita tanyakan adalah..

KITA UTANG PADA SIAPA?
AMERIKA? INGGRIS? CHINA? JEPANG? JERMAN? 
Berikut adalah daftar hutang Indonesia pada negara-negara maju yang bersumber dari Detik Finance (Kamis, 21/04/2016). 

  • World Bank Rp 221,43 triliun
  • Jepang Rp 220,04 triliun
  • Prancis Rp 26,38 triliun
  • Jerman Rp 21,82 triliun
  • Korea Selatan Rp 19,57 triliun
  • China Rp 12,03 triliun
  • Amerika Serikat (AS) Rp 10,87 triliun
  • Australia Rp 7,92 triliun
  • Spanyol Rp 3,89 triliun
  • Rusia Rp 3,56 triliun
  • Inggris Rp 3,39 triliun

Mengambil data dari laporan yang mengacu pada data Bank Dunia tentang 75 negara dengan kemampuan ekonomi terbesar yang memiliki beban utang tinggi dibandingkan rasio PDB. Laporan yang dimuat CNBC pekan lalu ini membandingkan 20 negara terbesar yang diberitakan oleh VIVAnews. Amerika yang katanya negara adi daya itu mempunyi hutang luar Negri $13,67 triliun (2009).

Mengutip artikel Detik Finance, utang Amerika pada akhir 2012 lalu jumlah utang mencapai US$ 17 triliun atau sekitar Rp 17.000 triliun. Jepang apa kabar? Jumlah utangnya mencapai US$ 11,5 triliun atau sekitar Rp 115.000 triliun. Lebih besar dari Amerika. Tapi angka itu bisa berubah setiap saat. Itu data 2012. Sekarang sudah ganti tahun. 

Coba cek http://www.nationaldebtclocks.org/ di situlah hutang negara-negara di dunia berubah setiap detik. Setiap detik.



Lah kalau gitu yang minjemin Indonesia itu ternyata punya utang juga?

Lagi, utang sama siapa?

Kalau asumsi negara pemberi utang bisa utang ke negara lain yang notabene punya utang triliunan juga, pertanyaannya apakah negara tersebut akan ‘hidup’? Misalnya Amerika utang pada Jepang atau China, sementara Jepang dan China punya utang juga. Lantas seperti apa keadaan ekonomi negara Jepang dan China. Kita sama-sama tahu Amerika, Jepang dan China adalah negara besar dan maju. Tapi kenapa punya utang? 

Kalau memang dari ketiga negara tersebut saling memberikan utang jelas tidak masuk akal kalau salah satu dari negara tersebut tidak bangkrut. Mungkin kita berpikir Jepang punya pabrik yang menghasilkan mobil dan teknologi canggih yang bisa dijual, itu bisa jadi pemasukan untuk kas negara. Oke itu cukup lah untuk bikin Jepang jadi negara besar, China dan US pun demikian. Pertanyaannya ‘lagi’ kenapa Jepang masih punya utang? Dan utang Jepang terbesar kedua setelah Amerika. 
Untuk tidak bangkrut tentu mereka NGUTANG lagi. Itulah yang membuat setiap tahun, utang negara-negara tersebut naik, kalaupun turun tidak seberapa. Tentu utang-utang yang negar maju ambil, untuk kelangsungan masyarakat di negaranya. Tapi kita juga bisa lihat seperti apa orang-orang dari negara maju tersebut.

Rumus sederhananya adalah semakin banyak uang yang bisa didapatkan oleh orang, gaya hidup orang tersebut juga mengalami peningkatan. Gaya hidup mengikuti penghasilan (katanya sih gitu). Di negara maju dan besar masyarakatnya tentu berpenghasilan tinggi walaupun ada yang berpenghasilan rendah – itu masih mending daripada tidak punya penghasilan – gaya hidup mereka tentu serba ‘wah’: rumah, kendaraan (mobil-motor), pakaian, perhiasan, konsumsi makanan dan lain-lain. 

Itulah yang menjawab sebenarnya tinggal di negara manapun dengan tinggal di negara berkembang sama saja, mungkin beda suasana. Tapi urusan hitung-hitungan biyaya hidup sama saja. Pun orang-orang nyebelinnya selalu ada - nggak di Indonesia, nggak di Amerika, sama saja. Dan sebuah negara ibarat sebuah rumah tangga/keluarga, mereka perlu bertahan hidup. Memperjuangkan supaya keluarganya terhindar dari kelaparan, kemiskinan, memberikan rasa aman dan tentu kebutuhan-kebutuhan lain yang diluar dugaan. 

Untuk bertahan hidup, meminjam atau UTANG kepada tetangga atau kepada siapa saja yang bisa dipinjami uang tentu boleh-boleh saja, dengan alasan untuk kelangsungan hidup keluarga. Tidak perduli sebuah keluarga itu semakin hari semakin konsumtip – apa saja dibeli – dan kegitan-kegiatan konsumtip lainnya. Dan secara tidak sadar utang pun akhirnya semakin banyak, menumpuk dan bisa jadi tidak bisa dibayar. Bisa dibayar… tapi utang lagi.

Orang Indonesia sebagian masyarakatnya menerapkan hidup sederhana. Dan itulah yang mungkin (ini mungkin pandangan naif) membuat kita survive ketika krisis global. Orang seluruh dunia ribut-ribut krisis, orang Indonesia walaupun BBM dinaikan toh meski diiringi dengan nyanyian protes masih bisa beli. Dan yang terpenting masih bisa makan daan berkumpul bersama keluarga, kolega dan orang-orang tercinta. Bahagianya.. 


-----

Pertanyaan yang paling mengganggu gue adalah kalau Amerika punya utang Jepang punya utang dan negara-negara lainnya – yang meminjamkan ‘uangnya’ pada Indonesia – punya utang juga, mereka berutang pada siapa? Angka triliunan itu angka utang pada negara mana? Tidak mugkin satu negara. Siapa? Amerika? Jelas bukan, Amerikanya sendiri punya utang kok.

Mungkin sejarah ini dimulai dari 13 Oktober 1307.

Apaan tuh? Ayo lah jangan males nyari informasi. hehe..


Komen dong. Kalau artikel ini bermanfaat sebarkan. Kalau mau follow gue di twitter dan lain-lain ada di sidebar. Tinggal klik.

18 komentar:

  1. Utang jepang 115000 t
    Itu kalo pake duit cepean logaman kira2 ada berapa ya?

    BalasHapus
  2. Gue baru tau kalo amerika dan jepang punya utang tertinggi. Gue kira masih dibawah indonesia. Ternyata miris uy amerika.

    Oh ya bang. Negara di skandinavia kayaknya yang paling makmur. Gue pernah liat di on the spot deh.

    Eh eh.. itu tanggal apaan ya yang di akhir. Gue search dulu ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah mereka juga punya utng banyak daripada kita...

      tanggal keramat Ki hahaha

      Hapus
  3. Wah, baca ini jadi ingat video yang membahas teori bumi datar. Hehe di situ ada bagian yang membahas negara-negara maju seperti USA, Jepang, dll itu hutang kepada siapa :D

    Btw, yang memberi hutang mereka pasti super kaya raya kan? Hehe apalagi dgn adanya sistem bunga. Makin beranak pinak itu hutang negara-negara tsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AH! bener banget flat earth. gue penasaran sama Secret Society nya Cit.. hehe

      Hapus
    2. Hehe secret society setau saya itu sangat eksklusif dan sangat rahasia sesuai ky namanya. Jadi jelas susah sekali dilacak.

      Dan orang-orang yang mencurigakan yg sering disebut namanya di media, itu jg kemungkinan hanya pion2 nya saja fik. Secret Society itu pasti membaur ke masyarakat biasa, jd ga kelihatan. Tapi mereka yang mengatur semuanya di sini secara rahasia.

      Hapus
    3. gue harap sih dari flat earth yang menyebar luas ini akan membuat mereka semua ketahuan boroknya yang 1% dari 99% ini akan keluar dan kebenaran pun terungkap. semoga

      Hapus
    4. Yup, saya pun berharap begitu. Nah, hebatnya mereka video2 sperti itu bakal di bilang sebagai konspirasi.. Hehe

      Fakta (kebenaran) di kehidupan ini memang terdengar fiktif ketimbang fiksi :D

      Hapus
  4. Wah, baca ini jadi ingat video yang membahas teori bumi datar. Hehe di situ ada bagian yang membahas negara-negara maju seperti USA, Jepang, dll itu hutang kepada siapa :D

    Btw, yang memberi hutang mereka pasti super kaya raya kan? Hehe apalagi dgn adanya sistem bunga. Makin beranak pinak itu hutang negara-negara tsb.

    BalasHapus
  5. Kalo dalam ilmu akuntansi dasar HARTA = HUTANG + MODAL. Jadi sebenarnya hutang dihitung sebagai harta kita. Untuk membeli atau membangun sesuatu kita tidak bisa hanya mengandalkan modal, gak bakal cukup. Tapi uang dari hutang harus bisa dijadikan investasi, istilahnya uangnya diputer lagi biar dapet untung dan bisa lunasin utangnya nanti. Kalo dalam pemerintahan kan ukurannya kan bukam laba tapi kepuasan masyarakat. Utang-utang yang banyak ini harusnya diinvestasikan ke infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.jadi bagi gue sih utang-utang negara ini hal biasa dalam ekonomi, asal tetap bisa diseimbangkan dengan pendapatan negara dan tidak tersandera oleh negara lain soal kebijakan negeri sendiri. Intinya kawal.itu.hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. paham gue bang tentang rumus dasar itu walaupun gue bukan lulusan akutansi, tapi alhamdulilah gue diajarin orang yang ngerti akutansi, bank, dan keuangan.

      masalahnya apakah investasi yang abang bilang tadi itu beneran jadi investasi atau hanya investasi/ proyek2 fiktif macam hambalang dkk..

      Hapus
  6. Pertanyaan paling mendasarnya adalah, bagaimana cara membayar semua hutang-hutang itu?

    Hutang segede itu bisa ngidupin keluarga beberapa keturunan, ples cucu-cucunya cuy~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah mengapa kok saya sepemikiran dengan rahul nih. Itu gimana cara bayarnya yah dan butuh waktu berapa lama? uang segede gitu bukannya bisa dicetak tapi apa dasarnya. ahhh mikirin utang langsung pusing nih.

      Hapus
  7. Maaf OOT dikit sob
    tampilannya berubah nih, cieee yang udah move on
    Kalau gini keren banget sob, lebih simpel dan elegan banget dan tentunya tulisan lu paling gue nanti selama ini. maaf juga baru bisa nongol nih soalnya kemarin vakum 3 bulan gak ngeblog. pas mampir sini ternyata udah banyak berubah. bikinin giveaway lagi sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke Bim, nanti lah insaallah kalau ada rejekinya doa'in ajah bulan2 ini

      Hapus
  8. Haha ngebaca ini saya jadi mikir, ternyata ada benarnya juga yah..

    Hampir semua negara punya hutang, baik ke negara lain maupun ke bank dunia. Ini kok kaya cinta segitiga ya, cees? Utang nya silih berputar haha.
    Tapi saya yakin kok, walaupun keuangan dunia itu terpusat di Bank Dunia, pasti ada oknum/negara tertentu yang jadi sumbernya cees. Entah itu Amerika (kemungkinan besar), Jerman, Italia, atau yang lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perlu dicatat (dan mungkin kita juga harus memastikannya lagi) kalau Amerika tidak mengeluarkan uangnya sendiri. jadi uangnya dibuat oleh perusahaan swasta. bank swasta. jadi mereka juga sebenarnya nggak meredeka2 banget, mereka terkekang

      Hapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*