Langsung ke konten utama

Siapa Elo?




Kalau tiba-tiba di jalan ada cewek yang kebetulan lewat kemudian kita ajak dia kenalan kemungkinan besar kita akan ditolak – presentasenya kurang lebih 60 persen dan yang 40 persen diterima kemungkinan dia punya kepribadian menarik dan tampangnya lumayan enak dilihat. Harus gue akui gue adalah golongan yang 60 persen itu. Gue selalu hati-hati dalam mengambil langkah untuk kenalan sama cewek, sampai PDKT juga gue tetep hati-hati. Hati-hati patah hati..

Kehati-hatian itu datang karena gue tahu (padahal sotoy) nggak setiap cewek mau, diajak kenalan langsung. Ada ajah yang risi ketika ada cowok mendekati dia. Beda sama artis. Mereka malah yang dideketin bukan sebaliknya.

Lah gue?

Siapa gue?


Gue cuman terkenal di gang depan rumah doang. Makanya gue takut kalau ada cewek yang gue ajak kenalan, dia nolak ..

“siapa sih lo? So artis banget mau kenalan sama gue. yang kenalan sama gue tuh minimal artis” 
buset…
“justru karena lo belum kenal sama gue. kenalan dong”
“najis..” dengan nada jijik dia meninggalkan gue.
Mending dia nggak muntah, kalau muntah gawat. Baru diajak kenalan ajah udah muntah takutnya kalau jadian, dia bisa telat.. telat masuk sekolah.

Gitu sih. Gue menghindari si cewek bilang “siapa elo?”. Dulu gue cupu banget – sekarang mendingan – kalau gue ngajak kenalan cewek, dan ceweknya diem ajah yang gue lakukan kalau nggak mereneung ‘apa gue senajis itu sampai cewek males kenalan sama gue’ biasanya gue tengkurep di pasir dan nulis-nulis di daun lontar, Dear Diary.. aku najis. End.

----

Mungkin perkataan cewek yang gue takuti ketika kenalan itu membuat gue sadar, si cewek tadi bisa jadi ada benarnya. Karena gue emang bukan siapa-siapa makanya dia nolak gue, artinya kalau gue minimal punya prestasi dan terkenal di bidang tertentu orang akan aware siapa sebenarnya gue. Tapi yang terjadi, kan, sebaliknya. Gue pun hanya dikenal di beberapa kalangan tertentu dan BELUM MEMAKSIMALKAN POTENSI DIRI untuk menjadikan gue lebih berprestasi dalam bidang-bidang yang gue tekuni.

Misalnya blog, gue udah lama jadi blogger. Gue akui nggak banyak yang tahu ME AS A BLOGGER, mungkin bisa jadi yang tahu gue doang sama Tuhan. Kan, sedih. Gue sadar banget belum memaksimalkan potensi gue sebagai blogger padahal gue udah lama berkecimpung di dunia perblogan. Gue lihat banyak blogger yang bisa memaksimalkan potensi diri yang dimilikinya. Contoh gampang, si Kevinhoc. Orang banyak yang belum tahu kalau dia itu memulai semuanya dari ngeblog (yang embrio gue lewat). Sekarang dia udah main film dan sah sebagai orang yang berkecimpung di dunia perfilman Indonesia. 

source
Gue?

Apa kabar?

Gue baik, sehat, dan lagi napas. Tapi karir gue sebagai blogger masih gini-gini ajah. Padahal kondisi gue saat ini sangat baik untuk melakukan hal yang lebih ‘GILA LAGI’ untuk kemajuan ngeblog gue. Banyak orang yang nggak sadar, kalau blogger mulai menjadi profesi. Dan blog juga bisa menjadi awal karier kita.

Gue yakin yang baca tulisan ini tahu apa bedanya karir dengan kerja biasa. Karir itu dibangun dari nol sampai ke atas contoh dari OB kemudian dia jadi Vice President, itulah karir. Kalau ada istilah jobless untuk istilah orang yang tidak lagi bekerja sementara tidak ada karierless. Karena karier itu ‘dibangun’ dan ketika dia sudah keluar dari perusahaan tertentu dia bebas memilih perusahaan mana yang mau dan akan dia tuju sementara itu banyak perusahaan yang ingin menjadikan dia bagian dari perusahaan (gajinya pun nggak main-main). Dia jadi rebutan. That’s it (CMIW). Karena dia fokus ke karir bukan jadi pekerja biasa.

Sama. Di blog juga gitu, di blog kayak Kevin lah. Gue bukannya lagi promosiin Kevin. Tapi gue lihat dia adalah orang yang berhasil membangun kariernya even umur dia masih di bawah gue. Sementara gue masih sibuk ngurusin tamplate, masih ngurusin posting apa, masih ngurusin gue dapet apaan dari blog yang sebenarnya jangan gue pikirin doang. Lakukan! Dan nggak usah mikirin dapet apa dulu. Kemudian gue juga harus punya visi kedepan. Kalau nggak punya itu, gue stuck. Nggak bisa kemana-mana.Gitu-gitu ajah.

Visi juga menurut gue harus kuat. Kalau kurang kuat ya, memble, kendor dan terombang-ambing kayak sampah plastik di lautan. Gue juga punya visi. Gue punya impian mau kayak gimana kedepan, tapi karena gue sadar visi gue nggak kokoh makanya gue masih gini-gini ajah. VISI yang gue maksud itu kayak “mau ngapain sih kita selanjutnya, minimal 5 tahun kedepan”. Jadi jelas gitu tujuannya, nggak ngawang-ngawang. Dan pikiran alam bawah sadar kita pun nggak bingung.

Itulah, gais. Berawal dari pertanyaan ‘SIAPA ELO?’ gue bisa mawas diri, bisa mereview kembali apa yang selama ini telah gue lakukan untuk membuat gue menjadi orang yang tangguh, hebat dan menjadi orang yang sukses di dalam bidang yang gue tekuni.

Pak Adi, Mentor gue selalu bilang “Kita kenal orang lain itu bagus tapi yang lebih bagus orang lain yang kenal kita”. Artinya sebagai blogger, ya, gue harus bisa dikenal banyak orang. Bukannya gue obsess untuk jadi orang terkenal, tapi ini adalah langkah untuk mewujudkan visi gue, membangun karier dan membuat gue jadi lebih bisa memaksimalkan potensi diri. Caranya gimana?  Dengan banyakin relasi, banyakin blogwalking, banyakin temen blogger, kopdar, respon dan aware sama visitor blog gue, saling berkomunikasi dan komunikasi juga harus selalu dijaga dengan baik supaya mereka nggak lupa sama kita – dan jangan lupa untuk update postingan.


Kita bisa belajar dari orang-orang yang udah sukses. Prosesnya bagaimana dan apa ajah yang mesti dilakukan. Kita juga bisa belajar dari orang terdekat kita. Yang paling bahaya adalah orang yang nggak mau belajar. Makanya nggak ada istilah orang bodoh yang ada hanya orang yang malas belajar. Nggak ada orang gagal kalau dia mau belajar dari kegagalan.


Termasuk gue bisa belajar dari ketakutan gue akan kenalan sama cewek yang mau gue ajak kenalan dan gue takut dia biakal bilang “siapa elo?”. Cupu sih, tapi setiap peristiwa, kita sendirilah yang bisa menjadikannya bermanfaat atau nggak. Sejauh ini gue rasa ketakutan itu bisa membuat gue berfikir jauh kedepan tapi gue juga harus buang ketakutan-ketakutan itu karena gue juga harus sadar “siapa gue?”

Maka dari itu gue  mengajak kalian, termasuk ngajak diri gue juga untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita dalam bidang apa ajah.  

Let's move from good to great!
So, how about you? Komen dong. Tanggapi bisa juga sharing. Kalau artikelnya bermanfat share dong.



Komentar

  1. Gokil! Setuju banget nih! "Siapa elo". Dua kata sederhana yang bisa ngeubah hidup sendiri ya.. Keren2 :D

    Btw, salam kenal ya! Ditunggu post berikutnya, jangan lupa mampir balik juga hehe :D

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
  2. Cewek emang suka jual mahal, mentang-mentang bulan puasa harga-harga pada mahal eh cewek juga naikin harganya juga buat kenalan.
    Siapa yang tahu nasib orang, bisa jadi benttar lagi kamu juga jadi sukses. Asal jangan jadi merubah tabiat aja sih. Bnagga jadi diri sendiri.

    BalasHapus
  3. Itu kevin anggara memang ciamik bener ya, dia berhasil memanfaaatkan momen masa sma nya utk dijadikan "brand". Alhasil pasti skrg dia udah enak banget hidupnya. Berkat apa? Kegigihan!

    Yang perlu kita ambil adalah kegigihannya utk terus move ke hal yang positif, bener kata bang topik, lets move from good to great. Ya, yang dulu nya kevin seorang blogger sama kayak kita dulunya, srkg dia udah nakring di layar lebar

    BalasHapus
  4. Gue.. Sekarang masih jadi sampah plastik.

    Mungkin lama2 sampah plastik ini ada gunanya juga.

    BalasHapus
  5. Setuju banget pik. Kevin anggara itu hebat bgt. Bentar lagi film kedua bareng raditya duka juga bakal rilis.

    Gak ada orang bodoh. Yang ada orang gak mau belajar.

    BalasHapus
  6. Iya Pik, Kevin sekarang udah sangar banget karirnya.. kalo nggak salah sih, dulu dia diajakin nulis sama Bukune, terus dia mulai main instagram, lanjut ke youtube akhirnya populer sampe sekarang ini.

    Ada juga sih anak BE, yang dulu loyal banget, bikin kopdar sebelum hijrah ke Jakarta, begitu menemukan dunianya di jakarta, terkenal banget sebagai komikus.. sekarang malah nggak mau nyapa di BE, dan udah lupa :D

    Mungkin lo juga suatu saat bisa populer Pik, yang penting lo nemu apa yang emang pengen lo tekuni. Dan yang penting jangan sampe lupa lah sama Blogger Energy, yang penting inget gimana dulu lo bukan siapa2 aja ... hehe

    Btw, menurut gue blog lo udah mulai konsisten ngebahas 'motivasi' dari kejadian sehari-hari dengan gaya tulisan lo sendiri .. asik dibacanya~

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...

Postingan populer dari blog ini

Orang-Orang yang Nggak Disukai di BBM

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?

5 Alasan Kenapa Cowok Suka Sama Raisa

Raisa Adriana. Siapa sih yang nggak kenal sama cewek bersuara jazzy ini. Cewek asal Jakarta ini menjadi idola para kaum adam yang jomblo maupun yang udah punya pasangan. Gue sendiri suka sama Raisa. Bohong banget kalau cowok ditanya “suka nggak lo sama Raisa?” terus jawabnya “nggak”. Kecuali kalau cowoknya agak ngondek. Cyin..
Gue suka Raisa karena… apa yah bingung gue. Ya, suka ajah gitu. Kadang kalau gue suka sama seseorang suka nggak punya alasan. Aduh apasih. Malah curhat. Bukan cuman gue tapi banyak cowok di Indonesia raya ini yang suka sama Raisa. Lalu apa sih alasannya mereka suka sama Raisa.

Kompilasi Foto Manyun

Dalam mengekspresikan emosi ada kalanya kita nggak perlu marah-marah nggak jelas, ke orang yang kenal atau nggak kita kenal sama sekali. Iya, ngapain kita marah-marah sama orang yang kita nggak kenal. Entar dikatain stres. Lebih baik kita ekspresikan emosi kita ke dalam sebuah foto. Kalau misalnya kita lagi Bete, kita bisa pake ekspresi manyun.

Manyun adalah ekspresi dimana orang biasanya lagi dalam keadaan nggak enak hati, Bete, dan sejenisnya tapi sekarang manyun juga bisa dikatagorikan sebagai ekspresi seseorang yang sedang berpose dalam kilatan kamera. Dan menurut penelusuran gue, gue menemukan sesuatu yang sangat eksotis, epic dan membahana. Ternyata manyun juga dilakukan bukan hanya oleh seseorang yang sedang dalam proses menuju dewasa (baca: alay), tapi oleh selebriti dan masyarakat biasa, bahkan orang tua.

Cara Nolak Ajakan, Secara Halus

“Pik dugem yuk” ajak Joni. “Aduh.. gimana yah” “Udah ayok, jangan kebanyakan mikir nanti botak kayak Marijo Tegang, lo” “Ta… tapi Jon” topik terlihat ragu. “Kenapa? Udah ayok temen-temen yang lain udah pada gatel pengen joget Pik, ayok ahh” “Yaudah deh iya”
Kita terkadang bingung ketikaberhadapan dengan seseorang yang kita kenal bahkan sangat akrab, waktu dia ngajak, tapi kitanya nggak mau. Bingung karena nggak tau cara nolaknya. Kadang saking bingungnya diajak ngelakuin hal-hal yang negatif-pun, mau ajah. Padahal udah tau kalau itu nggak baik, tapi tetep mau, kalau udah kayak gitu, mutlak kita sendiri yang salah.