Jumat, 20 Mei 2016

Be a Magnet


Sakit itu memang nggak enak yang enak itu dicium Raisa. Kemarin gue di landa sakit, makanya blog agak nggak keurus dan gue hutang BW sama temen-temen. Dan di saat sakit kayak gitu gue pengen ada yang ngucapin ‘cepet sembuh’ walaupun gue tahu ucapan semacam itu nggak bisa jadi obat analgesik. Tapi senggaknya itu bisa bikin gue ‘gimana gitu’ (emang gimana?). Dan ketika gue berfikir hal-hal ngenes yang jomblo alami ketika sakit, mas Reza (senior gue) nelepon gue.

“haloo… fik, kamu dimana? Saya udah mau nyampe kantor mau meeting sama pak Adi nanti siang. Bentar lagi nyampe nih”
“iya mas, halo. Saya nggak bisa ke kantor mas. Kepala pusing badan juga panas”
“apa nanas? Enak dong..”
“panas!”
“wah? Kamu sakit??” tanyanya heran.
“iya mas”
Terdengar ramai suara orang bercengkrama dibalik telepon. Gue yakin dia masih di mobil angkutan umum.  “kalau gitu cepet sembuh fik.”
“oke..”


Gue terharu. Walaupun bukan cewek yang ngucapin senggaknya ada orang yang perduli. Setelah nelepon mas Reza ngasih tahu gue lewat sms, suruh beli paracetamol 500 mg. Dia tahu banget soal obat-obatan karena asistennya dokter, mungkin dia juga tahu obat kesendirian. Halah.

Gue nggak percaya gue bisa sakit. Setelah sekian lama nggak pernah sakit akhirnya gue tumbang juga. Kepala terasa berat, kayak dipukul-pukul, dan kayak ada sesuatu di kepala gue (emang ada, otak lu pik!). Setelah kepala pusing batuk dan demam menyusul. Mungkin gara-garanya gue terus-terusan begadang, kurang tidur, kurang istirahat dan kurang rekreasi. Yah, kalau di rumah terus emang nggak enak. Harus jalan-jalan, minimal keliling komplek.

Mungkin bukan cuman gara-gara kebanyakan begadang dan kurang istirahat ajah, tapi juga banyak yang gue pikirin. Setelah lulus kuliah banyak yang harus gue lakukan, dan banyak juga mimpi-mimpi yang harus gue wujudkan. Disamping itu gue juga harus mikirin gimana caranya mimpi-mimpi gue bisa terwujudkan. Karena banyaknya hal yang gue pikirin ditambah fisik gue yang kurang fit timbulah gejala-gejala demam. Then.. gue terkapar di tempat tidur.

---

Mas Reza yang ngucapin ‘cepet sembuh’ ke gue adalah orang yang baru gue kenal, kita berdua bertemu enam bulan yang lalu. Gue merasa selama ini ketika gue kenal dengan orang-orang baru di kehidupan gue. Diantara mereka ada banyak yang bisa gue pelajari dan gue ambil. Membuka pikiran dan wawasan; tentang kehidupan, tentang cita-cita, tentang wanita, tentang agama dan tentang sesama umat manusia. Dan yang paling berkesan adalah ketika gue tahu ternyata dream atau mimpi-mimpi kita  bisa dicapai dengan kekuatan pikiran kita – keyakinan  diri kita akan menggapai mimpi-mimpi – sungguh luar biasa. Gue percaya, karena udah ada contohnya.

Dulu, gue pengen banget main sama orang-orang besar yang punya pengaruh atau punya sesuatu yang nggak gue punya, entah itu pengalaman yang luar biasa ataupun kesuksesannya. Biar gue bisa belajar dari mereka. Apalagi beberapa tahun belakangan, gue kayak orang baru menggunakan otaknya dengn baik – dulunya jarang dipakek – haus banget akan pengetahuan. Gue kayak anak kecil; pengen tahu bulat banget. Bisa dibilang kepoisme yang sedang melanda ini kepo yang membawa manfaat. Bukan membawa kesedihan apalagi kegalauan, seperti kepo mantan udah punya pacar apa belum. Basi.

Dan sekarang gue sedang berada pada jalur itu. Gue kenal dengan direktur Rumah Sakit, bahkan kemarin gue lulus ujian skrispi gue dibayarin beliau makan. Orangnya baik, humble, dan jejaringnya luas banget. Saking luasnya hampir semua pejabat di wilayah tiga Cirebon dia tahu dan kenal. Dan karena beliau dokter, otomatis kenalan dokternya banyak banget. Asli, gue beruntung bisa bertemu dengan beliau.

Namanya dokter Asad. Beliau adalah salah satu orang yang menjadikan gue percaya kalau mimpi itu bisa dicapai dengan kekuatan pikiran kita. Jabatan yang dia jabat sekarang di Rumah Sakit adalah jabatan kepercayaan teman-temannya terhadap beliau karena kebaikan dan kejujurannya. Dulu rumah sakit itu sebelum didirikan dan sebelum menjadi bangunan berbentuk fisik ternyata sudah lama terbangun di dalam pikiran dokter jauh-jauh hari.

Yah, dia mempunyai mimpi untuk membuat rumah sakit sendiri dengan berisi dokter-dokter muslim kenalan beliau dan teman-teman dekat beliau. Mimpi itu tampaknya mustahil jika dibandingkan dengan milyaran bahkan triliunan dana untuk membangun rumah sakit. Nggak ada kata mustahil selama mimpi itu selalu dirawat dan dijaga semangatnya. Seperti yang dokter Asad lakukan. Dia terus menjaga mimpinya dan terus merawatnya. Bukan hanya itu saja, beliau juga mengkomunikasikanya dengan teman-teman sesama dokter yang mempunyai misi yang sama, mempunyai ketertarikan yang sama dan punya energy yang sama.

Dokter Asad telah berhasil menjadi magnet. Dia tidak perlu lagi bingung mencari mana yang tidak bisa menyatu dengannya – baik itu ide, gagasan dan energy (semangat) – dia sudah menjadi magnet, yang akan menempel tentu dengan kualifikasi sebagai sesama magnet dan segala yang berbahan besi. Semesta akan menyeleksi. Orang-orang yang tidak sejalan dengan beliau seperti teman sejawat beliau yang tidak percaya, bahwa dia bisa mempunyai rumah sakit sendiri tidak akan bisa menempel. Tapi, ketidakpercayaan itu dipatahkannya dengan bangunan berwarna ungu bernama Rumah Sakit Permata Cirebon yang sekarang berdiri.

Gue banyak belajar dari beliau. Selain tekadnya yang kuat, keperdulian sosialnya keren banget. Dia selalu mikir apa yang bisa dia buat dan lakukan untuk orang lain, dan bisa membantu orang banyak. Luar biasa dokter yang satu ini.

Dan kemarin setelah batuk dan panas gue yang sudah agak mendingan gue disuruh keruangannya di rumah sakit. Suruh bawa dokumen.

“asalmualaikum… dok saya udah di lobi”
“ooh.. masuk ajah pik ke ruangan saya”
“oke dok” telepon gue matiin. *cek pulsa* …. *aman* #fakirpulsa

Gue pun masuk ke ruangan yang berada di lantai empat.
“asalamualaikuum, dok”
“masuk pik, duduk”
“ini dok dokumennya” gue mengeluarkan map berwaran pink “ini dok tadi ada yang ngasih amplop lamaran ke kantor” lanjut gue sambil ngasihiin amplop pelamar kerja.
“pik nanti, ini tolong kasiin obat ke Fadel di rumah, sama beli obat ke Kimia Farma yah” gue manggut lalu beliau ngasih gue resep.
“emm.. dok kalau obat batuk kering, obatanya apa ya dok?”
“ini ajah nih, obatnya Fadel ambil lima. Atau bisa juga beli OBH. Di apotek”
Gue pun pamit dan langsung beli obat. Buat anaknya dokter dan tentu untuk gue juga.

Enak juga punya atasan dokter gumam gue sambil jalan keluar rumah sakit.

----

"To create the life of your dreams, the time has come for you to love You. Focus on Your joy. Do all the things that make You feel good. Love You, inside and out. Everything will change in your life, when you change the inside of you. Allow the Universe to give you every good thing you deserve, by being a magnet to them all. To be a magnet for every single thing you deserve, you must be a magnet." - Rhonda Byrne

12 komentar:

  1. Dokter Asad? Kayak pernah dengar. Emang km kerja di rumah sakit mana? soalnya saya juga gawe di rumah sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sorry saya baca skip. malah kelewtan infonya

      Hapus
  2. Get well soon, Kak :D Semoga segara sembuh dan kembali ngblog :)

    BalasHapus
  3. Paling bener tuh bagian yg soal seleksi alam. Siapa yg gak satu visi misi bakal gak bisa ngejaga bahkan realisasiin mimpinya. Eh lama deh kayaknya gue gak ke sini haha

    BalasHapus
  4. GWS ya bang, cepet sembuh :D

    Wah, jadi tergugah buat bisa kayak Dokter Asad. Emang bener, semustahil apapun mimpi kita, kalau mau terwujud kita harus berjuang buat ngedapetinnya. Karena orang-orang sukses di luar sana sudah terjatuh dan tenggelam dalam kegagalan melebihi orang-orang biasa, dan mereka berhasil berenang naik ke permukaan dan terus berenang sampai menuju kesuksesan :)

    BalasHapus
  5. Tambah umur, merubah pola pikir juga kan. Dan waktu akan terasa berjalan lebih cepat, atau mungkin sehari 24 jam akan terasa kurang. Soalnya otak akan sering kepake, beda kayak dulu yang gak pernah kepake. Hahahaha....

    BalasHapus
  6. Ini the power of dreams apa the power of lagi sakit? :D

    BalasHapus
  7. Cepet sembuh ya.. haha
    Enak ah punya kenalan orang besar, kita bisa belajar banyak darinya.
    Ngomong-ngomong itu kenapa mapnya gak kepikiran diganti, kenapa mesti pink. Haha

    BalasHapus
  8. btw ompik, cepet sembuh ye :3

    itu dokter enak amat ngasi opsi, dokter terkenal pula , btw jangan jangan tu obat sudah siapin kali yak :v/

    BalasHapus
  9. Pik... cepet sembuh ya... hehe

    Emang lo kerja di rumah sakit pik? Atau jadi dokternya?

    Ya, gue juga percaya sama kata2 lo tadi. Percaya sama mimpi dengan syarat tekad yang kuat dan menjaga semangat itu.

    Gue dan lo masih punya banyak impian yang belum terwujud. Mari... kita wujudkan mimpi kita dengan tekad yang keras. Aamiin... :)))

    BalasHapus
  10. kadang bukan hanya obat saja yang membantu untuk sembuh, tapi kata ortu gue, keyakinan dan semangatlah yang membuat seseorang untuk terus beridiri tegak.

    GWS Broo...

    BalasHapus
  11. Semoga cepat sembuh ya bang Topik :)
    Apaan yang enak itu dicium Raisa, Raisanya yang gak enak nyium abang..

    Sesakti-saktinya manusia juga bisa tumbang, apa lagi gaya hidupnya bang Topik suka begadang. Entar kalo sudah sembuh jangan begadang lagi bang. Jadi magnet itu enak, tapi proses untuk menjadikan magnet itu menarik orang banyak yang nggak gampang.

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*