Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Mei, 2016

Kenapa Kita Lapar?

Kebanyakan dari kita nggak pernah mau tahu kenapa hal-hal di sekitar kita bisa terjadi. Contohnya kenapa kita bisa merasakan lapar dan kenyang. Tahunya kalau lapar, ya, makan, abis makan terus kenyang, lalu tidur kalau nggak tidur ya boker. Gitu terus sampai menara Eiffel karatan. Dan katanya kalau abis makan terus tidur bisa menyebabkan Diabetes. makanya setelaah makan disarankan untuk nggak tidur, tapi naik gunung Merapi. Sehat. Diatara orang-orang yang nggak mau perduli sama hal-hal kecil, gue mencoba untuk perduli. Gue pun penasaran kenapa kita bisa lapar dan berawal dari rasa lapar dan rasa perduli (nggak ada kerjaan) terhadap hal-hal kecil itu postingan ini pun dibuat. Pertama karena rasa lapar pengen makan, kedua karena rasa lapar pengen tahu. Gue penasaran, kenapa sih ini kok perut gue kruyukan melulu, apa jangan-jangan di dalam perut gue ada Toa? Apakah di dalam perut gue ada musholah? Atau ada apa dengan cinta… Ahh Rangga. Sambil makan gue juga searching. Dan gue menemukan fak…

Pilihan Hidup

Kemarin gue baru ajah ngambil ijazah, rasanya kayak anak SMA lagi. Padahal itu ijazah S1 alias sarjana (pamer). Waktu wisuda kemarin gue nggak dapet ijazah karena telat ngumpulin skripsi. Padahal tinggal jilid terus kumpulin, tapi entah kenapa rasanya males gitu. Efek sidang lalu kemudian dinyatakan lulus emang parah sih – rasa ‘plong’-nya bikin badan susah digerakin. Waktu ngambil ijazah kemarin sempet ada trouble. Karena gue harus bolak-balik kampus lagi untuk ngurus surat kalau gue udah ngumpulin skripsi. Ya gitu lah, birokrasi kampus. Gue juga paham sih emang aturannya emang seperti itu, apa boleh buat gue pun suka dengan bolak-balik ke bagian akademik soalnya di lorong-lorong samping bagian akademik ada banyak cewek cakep. Mayan, lah, buat dilihat. Siapa tahu bisa dipegang juga. Halah..

Be a Magnet

Sakit itu memang nggak enak yang enak itu dicium Raisa. Kemarin gue di landa sakit, makanya blog agak nggak keurus dan gue hutang BW sama temen-temen. Dan di saat sakit kayak gitu gue pengen ada yang ngucapin ‘cepet sembuh’ walaupun gue tahu ucapan semacam itu nggak bisa jadi obat analgesik. Tapi senggaknya itu bisa bikin gue ‘gimana gitu’ (emang gimana?). Dan ketika gue berfikir hal-hal ngenes yang jomblo alami ketika sakit, mas Reza (senior gue) nelepon gue.
“haloo… fik, kamu dimana? Saya udah mau nyampe kantor mau meeting sama pak Adi nanti siang. Bentar lagi nyampe nih” “iya mas, halo. Saya nggak bisa ke kantor mas. Kepala pusing badan juga panas” “apa nanas? Enak dong..” “panas!” “wah? Kamu sakit??” tanyanya heran. “iya mas” Terdengar ramai suara orang bercengkrama dibalik telepon. Gue yakin dia masih di mobil angkutan umum.“kalau gitu cepet sembuh fik.” “oke..”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...