Sabtu, 12 Desember 2015

Memaknai Setiap Kejadian




Beberapa hari kemarin gue buka Facebook, lihat-lihat timeline, disitu gue menemukan sebuah berita bahwa seorang Polisi bunuh diri karena putus cinta! Jeder! Entah diputusin atau nggak. Gue nggak tahu. Sungguh malang nasibnya.

Ngeliat berita itu gue jadi inget kata-kata pak Adi. Tentang memaknai setiap kejadian.

“Setiap kejadian pada dasarnya netral. Sampai akhirnya kita memberikan makna pada kejadian tersebut. Makna yang diberikan itulah yang akan dibawa kedalam alam bawah sadar kita dan dijadikan sebuah habit, tindakan dan prilaku.”  Kata pak Adi.

Gue pun cuman bisa manggut-manggut, bener juga yah..


Apa kalian pernah mengalami kejadian yang nggak mengenakan. Jangan bilang nggak punya. Jangan diumpetin. Gue tahu kejadian yang nggak ngenakin buat kalian adalah ketemu mantan sama pacar barunya, atau diputusin pas lagi sayang-sayangnya atau juga pas mau nembak ternyata dia keburu balikan sama mantannya. Ini antara sotoy sama pengalaman pribadi beda tipis.

Tapi pastilah kita semua (gue dan kalian) punya pengalaman yang nggak mengenakan. Kalau yang enak-enak mah nggak usah dibahas, udah jelas enak. Yang mengganggu kita kan pengalaman dan kejadian yang memilukan hati dan menyayat jiwa gitu. Halah… Dan biasanya kejadian yang muatan emosionalnya kuat akan terus tertanam dalam-dalam tanpa bisa dihapus.

Kata pak Adi, “bohong kalau ada therapist yang bisa menghapus masa lalu, kecuali karena kecelakaan kemudian geger otak dan hal medis seperti penyakit pada otak”

Terus, gimana dong biar bisa dilupain?

Gue bilang juga nggak bisa dilupain. Kecuali lo jedotin kepala ke Candi Borobudur dari ketingian lima meter.

Kejadian lama yang kita ingat-ingat terus akan memudar seiring ditimpa dengan file-file kejadian yang baru. Itulah yang menjawab kenapa mantan kalian susah diajak balikan; karena dia udah happy sama pacarnya yang sekrang, atau sama kehidupan dia yang sekrang, tentu sama pacarnya. Doi udah ditimpa file-file baru tentang orang lain, bukan kalian lagi. Maka dari itu wahai jomlo-jomlo yang masih waras di luar sana berhentilah berharap pada mantan kalian karena kenangan kalian bersama dia akan dengan sendirinya bekerja kalau dia kangen. Dia bakal “halo kamu lagi ngapain” duluan.

Amitaba..

Yah, file lama bisa ditimpa dengan file baru (kejadian dan kenangan baru). Yang membahagiakan tentunya walaupun bisa juga dengan kejadian yang buruk. Tapi mayoritas, kan, semua orang pengen kejadian yang sama nggak terulang lagi, atau minimal kejadian buruk nggak ada lagi di kehiduan kita. Walaupun pasti ada.

Nah, kembali pada memaknai kejadian. Pengalaman buruk dan kejadian buruk pasti ada dalam kehidupan kita. Seperti yang gue bilang tadi. Tinggal….. bagaimana kita, memberikan makna pada kejadian tersebut.

Gue kasih contoh..

Surti adalah seorang mahasiswi Ilmu Politik berpenampilan menarik, wajahnya cantik dan perawakannya tinggi. Tingginya hampir seratus tujuhpuluh centimeter standar tinggi untuk model-model majalah tanaman hias. Trubus.

Udah lama Surti jadian sama Tono. Seorang pedagang martabak yang nggak ganteng-ganteng amat, tapi punya banyak duit dari usahanya.  Pada suatu kejadian surti dan Tono terlibat pertengkaran hebat. Surti selalu pintar dalam berkata-kata karena seminggu sekali nelen kamus KBBI. Kebetulan dia juga dari jurusan Ilmu Politik, ngomongnya jago. Lebih tepatnya jago berkelit. Surti cocok jadi politikus.

Tono nggak mau kalah. Dia emang nggak jago ngmong tapi dia jago bikin martabak. Ketika surti ngomel-ngmomel Tono malah ngulek adonan buat bikin martabak. Mudah-mudahan Surti nggak ikut diulek juga. Tono hanya diam sambil ngulek-ngulek adonan martbak.

“kamu kapan sih punya waktu buat aku?!”
“aku kan lagi nyri uang. Nanti juga ada, tunggu ajah. Sabar dong”
“ahh dari kemarin kamu gitu terus!!”
“sabar…”
“aku nggak bisa sabar lagi! udah capek! Mending…”
“mending apa?”
“udahan ajah!!”

Akhirnya Surti dan Tono putus. Tono galau sambil ngemil adonan martabak. Surti nyari gebetan baru.

Kejamnya Surti.

Setelah tahu Surti punya pacar lagi Tono makin depresi lalu kemudian dia stres berat. Usaha martabaknya pun bangkrut. Surti adalah segala-galanya buat Tono. Tapi tidak sebaliknya.

Di tempat lain Jono mengalami hal yang sama. Jono baru ajah putus sama Tini. Lebih tepatnya Jono diputusin sama Tini. Alasan Tini dan Jono putus adalah, udah nggak sejalan lagi. Jono jalan ke kanan Tini jalan ke kiri. Kemudian mereka putus.



Memang Jono galau tapi dia nggak sampe stress berat kayak Tono.  Jono lebih bebas deketin cewek lain walaupun kebanyakn waktu Jono deketin cewek banyak yang tutup idung. karena Jono berfikir cewek di luar banyak, walaupun susah dapetin cewek tapi Jono akan tetap berusaha nyari.

Tono dan Jono punya kasus yang sama; sama-sama diputusin ceweknya. Walaupun alasannya beda tapi ujungnya tetep diputusin juga. Hanya saja Tono memberi makna, kalau putus dari Surti itu adalah bencana alam yang mengerikan sampe dia stress dan usahanya bangkrut. Jono berfkir lain, dia memberi makna kalau putus dengan Tini bukan apa-apa. Persepsi Jono masih banyak cewek lain bukan cuman Tini seorang.



Beda pemberian makna beda prilaku. Jono tenang Tono stress. Jono makan martabak Tono makan cetakannya.

Itu pulalah yang membuat kita sebagai laki-laki menjadi kuat dan tahan banting. Diputusin itu bukan sesuatu yang hina. Bukan juga akhir segalanya.

Kata-kata bijak tadi disponsori oleh Teh Botol Nyosor..

-----

Pemberian makna ini juga berlaku untuk semua kejadian. Bukan hanya soal asmara. Kita sering ngomongin ‘nggak ada asap kalau nggak ada api’. Api adalah penyebab timbulnya asap. Ada hukum sebab-akibat atau kalau ditarik lagi, lebih deket ke hubungan Stimulus-Response. Kalau diibaratkan, api adalah stimulus, responnya asap. Atau kita ambil contoh lain misalkan kejadian diputusin tadi adalah stimulus dan responnya adalah menjadi tindakan dan prilaku Jono dan Tono.

Gimana nangkep?

So, guys.. Hati-hati dalam memberikan makna pada setiap kejadian. Kasih pemaknaan yang positif, kayak Jono tadi. Walaupun diputusin, dia menganggap kalau putus dengan Tini itu bukanlah akhir dari dunia. Itulah gunanya positive thinking. Selama ini kita kadang nggak tahu buat apa sih kita disuruh husnudzon atau positive thinking.

Karena setiap kejadian nggak selalu baik, adakalanya kita ditimpa musibah atau kejadian nggak mengenakan. Maka dari itu kita harus tetap berfikir positf. Kasih makna yang membuat kita maju, membuat kita kuat dalam menghadapi cobaan dalam hidup, dan bikin STRONG. Jangan malah sebaliknya.

Punya pengalaman nggak mengenakan soal asmara atau kejadian lainnya lalu kalian berfikir positif dengan kejadian tersebut? Share ajah gais.. Komen di bawah..


33 komentar:

  1. dapet nasehatnya setelah baca. asyeek.

    BalasHapus
  2. Bermakna nih artikel.. Mantap. Disuruh positif thinking

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat unutk kehidupan anda. sebarin juga

      Hapus
  3. Banyak bang. Gue juga sempat menaroh harapan besar ke cewek, tapi ngga dapat respon. Waktu itu, gue negativ thinking. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah lo salah banget tuh.. jangan gitu bro

      Hapus
  4. Semoga TONO dan JONO bisa segera jadian kembali...

    Jadi ibarat chef, kitalah yang menentukan mau jadi masakan apa nantinya walaupun bahannya sama - sama telor misalnya
    tergantung bumbu apa yang kita pilih ya bang??

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue suka gaya lo Ri.. ngerti banget lo.. hehe semoga bisa bermanfaat buat lo :D

      Hapus
  5. keren, ternyata berpikir positif itu penting. Memberi makna pada suatu kejadian, tidak boleh langsung memberikan label negatif, tapi harus ditelaah terlebih dahulu, agar tidak salah dalam menafsirkan makna dari suatu kejadian. Jadi, berpikir positif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke Di semoga bermanfaat buat lo hehe

      Hapus
  6. Keren. pokoknya keep positif thinking. Nice post, sob.

    BalasHapus
  7. Dalem banget fik. Aku jadi sedikit ada pencerajan nih. Tono sebenernya nggak sepenuhnya salah. Cuma dia kelewat salah. Kita boleh meratapi, membiarkan diri kita bersedih. Tapi jangan kelamaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia pointnya bro... semoga bermanfaat buat lo bro

      Hapus
  8. intinya postitif thinking ya bro.... contoh kasusnya bagus sekali, jangan-jangan pengalaman pribadi wkwkwkw

    BalasHapus
  9. Dapet banget nasihatnya. Jadi kitalah yang sebenarnya memaknai suatu kejadian itu ya. Kalo kita yang ngasi warna hitam maka akan kelam jadinya, begitu juga sebaliknya ya. Terharu aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia ca.. keep giving positive every things happened to your life..

      Hapus
  10. Ini mungkin, kaya cerita yang memuat unsur nasehat, tapi dibalut dengan komedi kah?
    Keren!

    Part yang paling gue suka:
    Itu pulalah yang membuat kita sebagai laki-laki menjadi kuat dan tahan banting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah sebagai laki lo harus kuat BRO. KUAT

      Hapus
  11. ya yang penting positif thinking aja . jangan terlalu dipikirin juga kalau emang ada masalah sama asmaRA.

    saya sih em.... nggak usah dibahas deh soal pengalaman nggak enak saya.

    BalasHapus
  12. Berita polisi yang itu tuh, aku tau kok. Tapi aneh aja polisi yang digambarkan kuat bisa-bisanya bunuh diri gara-gara masalah cinta. Ceweknya emang cantik sih. Untung si Tono gak kepikiran buat bunuh diri gara-gara diputusin si Surti.

    Berarti cara pandang tiap orang terhadap suatu masalah itu beda-beda ya, jadi kalo kita curhat ke orang itu gimana. Kan masalah A menurut pencurhat berat banget tapi menurut si dicurhati bilang itu masalah biasa aja jadi dia gak bisa ngasih solusi yang pas dan akhirnya tambah stres si pencurhatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke nanti gue bikin spesial buat lo Ki postingan dari komen lo ini.. tunggu ajah ingetin gue juga kalau lo baca komen lo ini

      Hapus
  13. Wah-wah, mahasiswa tingkat akhir bisa berubah menjadi motivator. KEREN!!!!

    Bener banget yg bg tofik bilang, karena pemaknaan dalam satu kondisi, bisa menjadikan makna itu berbeda-beda. Ya, seperti contoh di atas.

    Kalo semua hal dimaknai dengan baik, besar kemungkinan tidak akan ada perpecahan. Bahkan sampe Polisi aja bisa bunuh diri. Apalagi jomlo yg bukan polisi. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati2 ru itu polisi ajah gitu apalagi blogger galau hahahahaha

      Hapus
  14. intinya kita harus liat sisi positif dr setiap kejadian gitu ya, nyari Brightsidenya kalo kata The Killers

    BalasHapus
  15. Kasihan Tono, semoga Jono ngasih motivasi ke Tono, walaupun mungkin Jono bukan siapa-siapanya. Tapi dengan perasaan senasib sepenanggungan, semoga Jono tau keadaan Tono dan mau mebantunya. #PrayForTono

    Bener banget. Dulu pas jaman-jaman jahiliahku, aku sering ngeluh kalo ada masalah, sering memaknai kejadian itu sebagai hal yang buruk. Tapi setelah minum kiranti, aku sadar, ternyata dibalik sebuah kejadian, pasti ada maknanya. Terimakasih kiranti.

    BalasHapus
  16. Balasan
    1. terimkasih... saya pesen obat eksimnya kang hehehe

      Hapus
  17. Hmm.. Gara2 si Tono ini tukang martabak... Kok aku jd ngiler ya pgn makan martabak jg? Apalagi martabak manis keju+susu, beeehh. Mantaaap! Oke skip, agak ngelantur.

    Kalo soal kjdian gak mengenakkan sih psti stiap org pnya lah :) Trmsuk jg aku, tp mgkin saking bnyaknya, aku jd bingung sndiri mau crtain yg mana._.v Wkwk.
    Waelah, grgr putus cinta aja smpe mngakhiri hidupnya gtu ya? Ckck. Lebay bgt yak. Emang sih, kalo mau memaknai stiap kejadian itu yg paling penting dri diri kita sendiri dan trs mengingatkan diri sndiri untuk slalu berpikir positif. Gak ada salahnya kok brpikir positif, malah mnurutku kalo sering brpikir positif/huznudzon thd ssuatu itu bakal meringankan beban pikiran kita. :) Iya gak sih? Hehee.

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*