Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2015

Sama-Sama Menyebarkan Kebaikan

Minggu kemarin, gue bikin postingan dengan tema bahwa kita nggak boleh sombong. Di situ gue nulis tentang betapa manusia berada di muka bumi ini kelihatan kecil ketika dilihat dari ruang angkasa. Di situ juga gue bikin planet Jupiter bisa ngomong. Dia ngmong, kapan skripsi gue selesai.. eh nggak.. bukan.

“gue ajah yang segede gini nggak sombong. Kalau manusia yang berada di muka bumi sombong gue gencet juga abis..” kurang lebih Jupiter gue bikin ngmong kayak gitu.
Mungkin keliatannya kayak gurauan. Tapi memang manusia itu kecil banget kalau dilihat dari luar angkasa. Dari satelit ajah udah nggak keliatan. Jadi mau sombong apa lagi kita ini. Pamer-pamer harta. Jadi artis ajah udah sombong, pinter nggak seberapa ajah udah blagu. Gue pernah denger ceramah, ‘kalau sombong adalah jubahnya Allah SWT, kita nggak pantes pakek jubah itu. KEGEDEAN’..
Dan setelah gue bikin postingan tersebut responnya lumayan ada yang komen setuju dengan apa yang gue tulis itu. Gue pun berharap banyak yang baca tu…

Hindari 7 Hal Ini Saat Akan Menulis

Beberapa hari kemarin gue dimintain saran sama temen yang mau belajar nulis. Pikir gue tumben banget nih anak mau nulis. Kemarin-kemarin gue suruh nulis ogah-ogahan. Mungkin dia sekarang tersadarkan bahwasanya hidup itu harus menulis. Karena gue penasaran gue tanya ajah kenapa dia pengen nulis.
“kata gue kan dulu elo suruh nulis, di blog kek atau di note facebook. Buktinya sekarang lo butuh kemampuan itu kan.. sekrang mau nulis apaan?” “iya, nih. Biasa, buat jualan. Ternyata ujung-ujungnya nulis-nulis juga” kata dia sambil garuk-garuk ketek.
Kebetulan temen gue ini sedang belajar bisnis sama seniornya dan kerjaan dia jadi admin facebook gitu, mungkin nulisnya buat nulis promosiin produk. Dan, elemen dalam bisnis, ada yang namanya COPYWRITING. WRITING. Nulis. Itulah yang sedang dia kejar.

Memaknai Setiap Kejadian

Beberapa hari kemarin gue buka Facebook, lihat-lihat timeline, disitu gue menemukan sebuah berita bahwa seorang Polisi bunuh diri karena putus cinta! Jeder! Entah diputusin atau nggak. Gue nggak tahu. Sungguh malang nasibnya.
Ngeliat berita itu gue jadi inget kata-kata pak Adi. Tentang memaknai setiap kejadian.
“Setiap kejadian pada dasarnya netral. Sampai akhirnya kita memberikan makna pada kejadian tersebut. Makna yang diberikan itulah yang akan dibawa kedalam alam bawah sadar kita dan dijadikan sebuah habit, tindakan dan prilaku.”Kata pak Adi.
Gue pun cuman bisa manggut-manggut, bener juga yah..

Nanya-Nanya Ajah #1: Sharing Singkat Tentang Nulis Via BBM

Beberapa minggu kemarin gue sedang dipusingkan dengan ide bikin cerita buat Nulis Buku Bareng Blogger Energy. Setelah mikir beberapa tahun lamanya, sampai gue cukur jenggot padahal nggak numbuh jenggot. Akhirnya muncul juga ide buat bikin cerita. Tapi ada beberapa keraguan akan cerita yang akan gue buat ini.Mengenai alur dan konflik. Memang keduanya selalu bikin gue keder dalam menulis cerita.
Padahal sederhana tapi gue jadi nggak bisa lanjut nulis gara-gara dua mahluk itu. Karena nggak mau sampai cerita ini menguap begitu saja di kepala tanpa tertuang ke dalam sebuah tulisan. Maka dengan segenap tenaga dan upaya, gue harus NANYA! Iya, nanya.
Yah. Seperti pribahasa mengatakan malu bertanya sesat di awal. Gue pun nggak mau tersesat karenanya. Makanya gue nyari orang yang bisa gue tanya-tanyain. Tentu orangnya ini udah sering nulis cerita dan dekat dengan gue. Nggak deket juga sih. Yang penting bisa dihubungin, bisa sharing dengan senang hati dan nggak SOMBONG.

Sombong?

Ketika gue melihat semut, betapa kecilnya dia dengan segala keterbataasannya. Begitu melihat diri sendiri, betapa kecilnya ketika membayangakan orang yang berada di pesawat terbang melihat orang-orang yang berada di bawah. Ngeliat yang pacaran nggak keliatan, apalagi ngeliat jomlo yang sendirian.
Sampai akhirnya di luar angkasa ada seorang astronot melihat ke permukaan bumi, pesawat mungkin nggak bisa dilihat lagi, walaupun ada samar-samar dikit. Itu juga masih kemungkinan tidak terlihat. Apalagi orang-orang yang berada di daratan. Nggak keliahatan sama sekali. Sama kayak kuman yang menempel di badan kita. Invisible..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...