Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari November, 2015

Jangan Bingung!

Suatu waktu gue pernah ngelamun kayak gini
“gue bakal jadi apa yah di masa yang akan datang? Apa gue bisa sukses seperti apa yang gue inginkan? Seperti kebanyakan orang sukses lainnya?”
Di titik itu gue bingung mesti gimana. Apa yang harus gue lakukan. Di tengah kebingungaan kadang gue suka mikir, gimana kalau gue gagal. *sambil cebok* *sekalian nyiram*…

5 Alasan Kenapa Gue Pakek GUE

Ada beberapa orang di luar sana yang mungkin bilang kalau gue ini blagu, sok dan nggak daerahist. Apan tuh daerahist? Daerhist adalah kata yang gue bikin sendiri yang artinya adalah menjunjung tinggi daerahnya termasuk bahasa. Ngarang. Katanya gue ini sok-sokan pakek ‘gue’ untuk menyebut diri sendiri. “saya ajah yang orang Jakarta nggak pakek gue-guean” lah itu mah urusan elo, kenapa jadi gue yang disalahin.
Mungkin temen-temen gue di kampung atau di kampus juga heran kenapa kok gue pakek ‘gue’ dalam setiap tulisan. Baiklah kawan-kawanku sekalian yang aku cintai sepanjang hayat, di bawah ini ada 5 alasan kenapa gue pakek ‘GUE’.Check this out!

Surat Tilang Bebas Tilang

Hari jum’at (30/10) Sebagai pengguna motor yang nggak punya sim sama sekali (jangan ditiru) gue mencoba untuk berangkat kuliah dengan santai dan sangat menikmati perjalanan. Berharap pas nyampe kampus dosen pembimbing bisa ditemuin. Kalau misalnya nggak bisa, ya nggaak papa sih gue tetep sayang sama dosen pembimbing. Yah, salah satu cara gue menghadapi skripsi yang bikin otak gue keram adalah dengan menyayangi dosen pembimbing skripsi.
Tapi dosen pembimbing kan biasanya udah punya suami pik? Trus kalau cowok gimana?
Makna menyangi kan bukan berarti kita jatuh cinta sama pembimbing, kemudian kita pacaran. Gilak kali. Maksud gue sayangi beliau, cintai beliau sebagai dosen yang akan membimbing dan sebagai ‘guru’ kita. Dengan menebarkan pikiran positif di otak kita, menebarkan rasa cinta maka yang terjadi adalah kita bakal pengen terus bimbingan. Nggak takut sama dosen pembimbing. Kan, ada tuh yang takut sama dosen pembimbing terus nggak pernah bimbingan.

Membangun SDM Cirebon; Menuju Smart City

Dalam sebuah film Hollywood bergenre Science Fictions zaman dulu seperti Star Trek yang begitu booming atau film zaman sekarang seperti I Robot, Edge of Tomorrow, dan Elysium. Kita melihat betapa teknologi diterapkan bukan hanya pada manusianya tetapi pada sebuah kota yang ada dalam film tersebut. Mungkin itu hanyalah film tapi dibalik itu ada banyak perkembangan di dunia nyata yang menuju ke arah sana.
Tidak usah jauh-jauh ke luar negri. Di Indonesia saja sudah ada model seperti itu walaupun masih jauh dari apa yang digambarkan dalam film-film Hollywood. Bandung adalah sebagai contoh kota yang menerapkan konsep smart city, di sana sudah banyak infrastruktur yang mendukung. Mungkin Bandung bukan kota yang pertama. Ada juga Surabaya, Makasar, dan Balikpapan dan kota-kota besar di Indonesia lainnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...