Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Catch Your Dream

Di suatu sore yang sibuk gue dan mas Reza senior gue di LPK Nusantara lagi ngerjain persiapan buat trainingMind Programming di Yogyakarta. Untuk itu gue pun buka laptop guna mulai mendesign-design sertifikat dan semacamnya. Ketika laptop menyala, kemudian muncul lah wallpaper mobil keren.
“tulis dong tanggalnya kapan” kata mas Reza. “maksudnya, mas?” gue belum paham. Emang susah pahamnya. “itu kan ada gambar mobil, harusnya kamu tulis kapan kamu mau dapetin mobil itu” Dalam hati gue, ini kan cuma wallpaper yang kebetulan gue pajang biar rada kerenan ajah. Tapi jujur gue akui, sempet mikir juga mungkin nanti gue bakal dapetin mobil yang ada di wallpaper laptop ini. “kayak saya waktu pengen nikah dulu. Saya bilang ‘pokoknya saya harus nikah tahun depan bulan anu’ gitu, pik. Dan itu kejadian” lanjut mas Reza. Sebenernya gue mau bilang ke mas Reza “Mungkin do’a seorang jomlo yang teraniyaya kayaknya manjur, mas” tapi gue simpan. Takut ditelen mentah-mentah kayak sushi. Sushi Susanti. “wah oke …

Karena Butuh

Dalam suatu kesempatan gue pernah menulis sesuatu yang mungkin nggak pernah orang tahu sebelumnya (karena gue nggak ngasih tahu). Di kertas HVS putih polos dengan menggunakan warna bolpoint hitam gue tulis sesuatu yang gue inginkan. Gue masih inget banget first thing yang gue tulis adalah gue pengen hape baru. Kenapa? Karena gue rasa hape yang sekarang kondisinya sudah mulai meragukan, kemudian gue juga butuh banget hape yang bisa lebih dari sekedar BBMan doang.
Bukannya gue nggak bersyukur tapi inilah keinginan gue. Lantas nggak begitu ajah gue lupain kalau hape yang gue punya dengan segala kekurangannya dan udah nggak asyik lagi ini nggak berguna. Justru gue bersykur punya hape ini, karena udah mendatangkan banyak kenangan dan tentu saja beberapa uang jajan. hehe.

Antara UU KIP Dan Komisi Informasi

Kebutuhan informasi di zaman sekarang merupakan kebutuhan pokok. Sebagai contoh orang yang sedang menunggu pengungumuman lamaran kerja pada sebuah perusahaan. Otomatis betapa pentingnya informasi dari pihak perusahaan untuk tahu apakah dia diterima atau tidak. Informasi itu sangat penting untuk orang tersebut. Itulah contoh kebutuhan informasi itu sangat penting. Informasi pun menjadi sangat penting ketika kita dihadapkan kepada masalah tentang informasi (laporan) dana-dana yang berhubungan dengan publik. Misalkan dana Karang Taruna yang sudah pasti harus ada keterbukaan dalam penggunaanya.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pasal 28 F disebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkuangan sosialnya serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Maka terbitlah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 tahu…

Nulis Dulu Ajah

“ayo coba buka komputernya” kata Tono sang instruktur Pelatihan Pemanfaatan Internet. “udah…” seluruh peserta kompak menjawab. “bentar!” celetuk salah satu peserta pelatihan.“ini kok nggak nyala-nyala ya, mas?” tanyanya. “YA AMPUN, pantes ajah. disuruh nyalain komputer malah nyalain kompor!” Tono kesal. “kalau mau nyala isi dulu gasnya!!” lanjut Tono sambil melempar peserta yang oon tadi pakek tabung gas tiga kilo.
Latihan dilanjutkan tanpa peserta yang oon tadi. Karena dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Dia mengalami kejang setelah tabung gas tiga kilo yang dilempar Tono masuk ke mulutnya.

Nggak Mudah

Dua minggu yang lalu, waktu gue mau berangkat kuliah. Di jalan gue ketemu sama temen SMA. Nggak, dia nggak tiduran di jalan. Maksud gue ketemu di jalan, di pinggirnya. Udah lama gue dan dia nggak ketemu, semenjak gue nganter dia nikahan satu tahun yang lalu. Iya, dia udah nikah dan gue belum… Iya, belum. Dulu kita berdua deket banget. Makanya pas ketemu lagi seneng banget, bisa dibilang pertemua itu adalah pertemuan yang emosional. Sayangnya kita berdua nggak pelukan. Padahal gue pengen benget pelukan. Sama Raisa.
Namanya Darji (nama samaran). Dia adalah sohib gue waktu SMA, anaknya tempramen, suka ngoleksi cewek (dulunya), dan dia ini anak orang kaya. Tapi yang gue suka walaupun dia tajir dia nggak sombong. Kalau ngobrol sama dia auranya aura tua. Darji emang lebih sering main sama orang-orang tua ketimbang sama anak-anak seumurannya. Makanya dia nikah duluan. Yah, mungkin karena banyak duit juga sih. Mau ngapain lagi. Gue juga kalau banyak duit bakalan nikahin Pevita.

Apa yang layak kita sesali?

Semua yang baca tulisan ini terlepas dia laki-laki atau semi laki-laki atau pun perempuan pasti pernah menyesal. Karena setahu gue gender nggak berpengaruh terhadap hal yang satu ini. Gue pun sama pernah mengalaminya. Yang paling gue sesali dalam hidup ini adalah selama dua belas tahun sekolah gue jarang banget belajar apalagi membaca. Dan efeknya sekarang gue telat berkembang. Tapi untungnya gue sadar kodratnya manusia adalah harus belajar. Karena menurut gue kalau ada orang yang nggak belajar berarti dia termasuk dalam katagori orang yang sombong.
Why? Karena dia merasa tahu segalanya dan dia memutuskan untuk tidak belajar. Tapi kan bisa ajah karena malas. Nah, itu dia kita nggak tahu kalau kita sebenarnya sedang bersikap sombong. Menurut gue (lagi) sombong bukan cuman urusan pamer-pameran apa yang lo punya ke orang lain tapi orang yang malas nggak mau belajar dia juga sombong. Merasa tahu segalanya padahal (mungkin saja) otaknya kosong.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...