Selasa, 01 September 2015

Kudet



Sepanjang perjalanan hidup gue dari SD sampai sekarang udah banyak musik yang gue dengarkan. Aliran apa ajah, dari dangdut koplo, rock, hip-hop, rap, reggae, folk sampai panturaan. Emang selera musik gue random abis. Sampe pernah gue waktu SMA bingung mau ikutan kelompok penyuka musik apaan. Soalnya waktu SMA zaman-zamannya pada suka Superman Is Dead, sementara sohib gue Tijoul terus-terusan dengerin lagu Tony Q dan para sahabat-sahabat reggaenya. Sebagai anak SMA yang labil, disitu gue menunjukan kelabilan gue. Gue suka dua-duanya.

Udah mau keluar SMA gue dapet rekomendasi dari temen, namanya Indra. Nggak penting juga sih gue nyebutin nama temen gue ini, soalnya kalian juga nggak pada tahu. Tapi nggak papa hitung-hitung menambah pengetahuan kalian kalau gue ternyata punya temen dan temen gue juga numpang ngeksis disini tanpa bayar. Kan lumayan. Waktu itu Indra nyuruh gue supaya dengerin lagunya Asking Alexandria.




“bro, ada band asyik nih” katanya.
“siapa?”
“Asking”
“itu band apa grup rebana?”
“udah download ajah enak tahu”

Yee.. gue kira dia punya tahunya gue suruh download juga. Saking penasarannya gue download ajah. waktu itu masih booming warnet. Gue downloadnya di warnet, biar kekinian ajah sih. lagian gue download di hape nggak bisa. Tanpa basa-basi gue download ajah video klip sama Mp3nya. Gue download ajah nggak langsung di denger. Pas nyampe rumah gue dengerin.

“INI MUSIK APAAN TERIAK-TERIAK BEGINI!!” teriak gue dalam hati. Gue dengerin lagu teriak-teriak, hati gue jadi  ikutan teriak juga.

Gue nyesel capek-capek ke warnet tahunya jadi aneh begini. Tapi setelah gue protes sama Indra esok harinya dia nyaranin gue supaya jangan dengerin lagunya sekali. Mungkin ini kayak semacam pedekate sama cewek. Untuk menjadi suka dan benar-benar suka dan akhirnya sayang emang nggak cukup satu kali ketemu. Harus beberapa kali, sampai akhirnya tumbuh benih-benih cincah. (((cincah))) Gila delem banget penghayatan gue terhadap suatu lagu. Itu baru satu loh belum sealbum.

Oke, akhirnya gue nurutin Indra. Mungkin udah nggak kehitung gue dengerin lagu-lagunya Asking berapa kali. Benar kata Indra, lama-lama gue jadi suka. Aslinya emang asyik sayang gue terlalu cepat ngejudge kalau ini band nggak jelas. Deskripsi gue terhadap Asking Alexandria adalah mainnya rapih, dan punya karakter pada suara vokalisnya. Danny Worsnop punya suara yang merdu disamping screamnya yang asoy.


Akhirnya gue suka beneran sama band yang satu ini. Dari SMA sampai kuliah semester empatan gue masih dengerin lagu-lagunya Asking. Baru ketika waktu beranjak gue udah mulai bosen. Karena selera musik gue yang random itulah gue jadi gampang bosen sama satu band ajah. Gue pindah aliran jadi suka dengerin musik dari mulut. Beat box. Random banget.

Sampai tulisan ini dibuat gue baru dengerin lagunya Asking lagi. Yang bikin kaget gue lihat video lagu terbarunya Danny Worsnop kok jadi kurus gini, dia makan apaan? Soalnya Danny yang gue tahu agak gemukan gitu. Selidik punya selidik, ternyata gue baru tahu Asking Alexandria ganti vokalis. Danny digantikan Denis Shaforostov. Gue juga kurang tahu sepak terjang Denis. Lagian gue tahu ganti vokalis ajah baru tahu sekarang, gimana bisa tahu rekam jejak sang vokalis yang baru.


Gue searching, kenapa Danny keluar. Setelah menemukan artikel yang menjelaskan kenapa vokalisnya ganti dan kemudian membacanya, gue tahu kenapa Danny keluar. Katanya Danny Worsnop pengen fokus sama band barunya yaitu We Are Harlot, yang dia dirikan sejak 2011 yang lalu. Gue lihat Danny emang aliran musiknya udah beda, dulu dia suka scream-scream gitu sekarang mah jarang. Contohnya di lagu Asking Alexandria yang Moving On. Walaupun tetep enak tapi mungkin Danny ngerasa teriak-teriak bukan lagi jiwanya. Dia legi pengen biasa ajah udah capek kali teriak-teriak ajah kayak di hutan. Mungkin dia mau juga belajar lagu Pantura. Bisa gue ajarin.

Terbukti di band baru bentukannya itu Danny tampil beda banget, dengan persona yang Rock N Roll gitu kalau menurut gue. Asking mungkin lebih butuh vokalis yang bisa membawa musiknya kembali pada level anak muda yang suka scream dan Danny udah ngerasa nggak cocok lagi. Back to the root, scream, scream, scream…

Gue nggak terlalau mengikuti perkembangan musik. Lagu apa ajah yang lagi happening, gue nggak tahu. Gue tahunya dari temen dan kadang gue malah nyari lagu jadul yang masih enak didengerin. Mungkin ini juga efek gue yang sekarang yang kebetulan lagi nyari lagu jadul, kemudian ketemu deh Asking. Gue kecewa sebenarnya, Danny nggak ngasih tahu gue kalau dia mau mundur. Tapi apa daya keputusan sudah dibuat dan yang paling penitng gue kudet.

3 komentar:

  1. setuju banget, harus denger beberapa kali untuk suka ke lagu lagu Asking Alexandria. Gue juga sama kayak lu pas denger, ini lagu apaan sih. Tpi lama kelamaan enak juga haha

    Udah redup tapi ya sekarang ini band, kayaknya pasar udah gak suka tipe musik teriak teriak. Lebih laku lagu EDM gtu

    BalasHapus
  2. iye soalnya teriak2 gtu bro, pengang kuping gue Don haha

    BalasHapus
  3. sy malah g suka lagu barat. g bisa hafalan gara gara gak ngerti. sesukasukanya sy pada lagu barat cuma yang I Was Your Man aja. Yang lainnya g ada. Lebih suka lagu Indo dan menyayat nyayat..

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*