Langsung ke konten utama

Telat?




Nggak ada kata telat untuk belajar. Mungkin dari situ lah gue percaya kalau emang mau, ya, lakuin ajah selama hal itu positif dan nggak ada kata ‘telat’ untuk memulainya. Termasuk belajar berorganisasi. Jujur ajah gue bukan aktivis kampus yang wara-wiri di dunia perkampusan dan membicarkan isu-isu hangat tentang pemerintahan.

Tapi semenjak akrab dengan Sigit beberapa bulan yang lalu gue mulai tahu dan memasuki dunia kampus yang sebenarnya. Sigit adalah temen sekelas gue di fakultas bahasa inggris, kami sama-sama kelas A. Dari situ modal awal kami berdua mulai berinteraksi. Dan puncaknya ketika pilpres kemarin. Ketika kami berdua sama-sama mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

Sigit bisa dibilang aktivis. Pengalamannya jauh lebih banyak ketimbang gue yang kalau ngampus mampirnya di warung. Sigit lebih sering diskusi dan baca buku. Dia juga ikut organisasi ekstra HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) maka nggak heran dia punya bekal yang banyak untuk jadi aktivis di kampus. Sampai akhirnya 2014 kemarin dia mecalonkan diri sebagai wakil persiden mahasiswa di kampus. Pasangannya adalah teman seorganisasi Tumpas, anak hukum semester akhir.

Singkat cerita Tumpas dan Sigit pun jadi pemenang pemilu Universitas. Tumpas menjadi presma atau persiden mahasiswa dan Sigit menjadi wakilnya. Setelah menang pemilu. Merkea nyari pembantu atau orang-orang yang siap berada di barisan depan Badan Eksekutif Mahasiswa untuk melaksanakan tugas dan wewenangnya.

“pik lo mau bantuin gue nggak di BEM?
“bantuin apaan, Git?” gue bingung. Takut juga gue disuruh bantuin merospek orang buat ikutan MLMnya.
“ya pokoknya bantuin ajah”
“kenapa nggak ke agen PRT ajah, Git”
“….”

Kebetulan karena gue dan Sigit sangat dekat. Dia menawarkan gue sebuah kesempatan untuk masuk BEM Universitas tanpa melalui tes open recruitment dan tetekbengeknya. Dan dia juga menginginkan gue supaya membantu dia dalam mejalankan tugasnya. Dengan sedkit berfikir akhirnya gue mau dan gue pun masuk BEM tanpa tes masuk. Karena faktor kedekatan dan kebetulan sigit punya jatah delegasi untuk memasukan anggota.

Disitu gue tahu bagaimana arti sebenarnya RELASI.

Baru masuk ajah sisi politisnya udah mulai muncul dan tercium. Pelantikan tiba dan gue beserta anggota lainnya diambil sumpah jabatan. Gue kebagian di Kementrian Komunikasi dan Informasi. Gue nggak jadi mentrinya tapi jadi anggotanya ajah, soalnya gue orang awam dan jatah kursi mentri untuk anak seorganisasi. Yah, bagi-bagi kursi sudah dimulai.

Gue nggak pernah bercita-cita jadi mentri juga sih. Karena gue pengen belajar beroganisasi dan pengen bantuin sigit. Nggak ada motif lain. Kecuali motif batik yang saat itu gue pakai. Ini apa sih.

Sebenarnya bisa dibilang ekstrim juga langkah gue ini, temen sekelas gue ajah banyak yang masuk BEM Fakultas tapi belum bisa masuk ke BEM Univ. Eh ini serbet warteg main masuk BEM Univ ajah. Gue emang terlalu cepat beranjak ‘dewasa’. Efek itu gue rasakan ketika para anggota BEM yang udah berpengalaman dalam berorganisasi mulai banyak ngomong dan menyampaikan argument-argumennya ketika ada rapat.

Gue? diem di pojokan.

Kayaknya menjadi pendengar yang baik adalah tugas utama gue saat itu. Asik mendengarkan teman-teman berdialektika dengan lantang dan kadang ada konflik yang muncul, itu hal biasa.

Reaksi teman-teman sekelas gue yang kebetulan banyak yang ikut organisasi dalam kampus pun beragam ketika tahu gue masuk BEM Univ. Ada yang kaget, ada yang nggak percaya, ada yang kayang dan ada juga yang kejang-kejang. Padahal gue biasa-biasa ajah. Mungkin mereka nggak nyangka ajah mahasiswa model gue masuk BEM Univ. Oke, gue merasakan aura underestimate di situ.

“lo telat Fik” kata seorang temen.
“telat kenapa?”
“udah semester akhir baru ikutan organisasi. BEM UNIV lagi”
“hehe..”

Emang benar gue telat tapi daripada nggak sama sekali. Biar gue rasakan shock culture berorganisasi langsung di tingkat BEM Univ. Gue akan tanggung itu dan gue akan bertahan. Gue paham konsekuensinya.

My father used to say that it’s never too late to do anything you want to do. And he said ‘You never know what you can accomplish until you try’... 
-Michael Jordan


See.. sampai sekarang gue masih bertahan jadi anggota BEM Univ. Januari nanti masa jabatan selesai. Gue masih ingat waktu pertama kali masuk BEM Univ. Gue cupu banget. Nggak tahu apa-apa, yang gue tahu otak-otak depan Fakultas Kedokteran itu enak. Udah. Gue baru nyadar selama ini gue cupu banget *nyengir-nyengir sendiri*. Waktu di ambil sumpah jabatan kala itu bulan puasa dan itu berkesan buat gue. Apalagi sekarang masih suasana bulan puasa.

Terus gimana rasanya setelah berjalan satu tahun masuk BEM Univ?

Banyak pengalaman yang gue dapatkan dari mulai dicekoki pembicaraan bermuatan politik sampai bagaimana caranya menjalin kerja sama antar anggota. Rasanya cukup puas. Apalagi hasil design gue kepakek. Iya, gue suruh design-design spanduk, pamplet, sertifikat dan backdrop kalau ada acara. Yang paling prestisius adalah ketika gue disuruh bikin lambing BEM Univ, kemudian setelah jadi, lambang itu dirapatkan dan disetujui. Gue nggak nyangka.

Kemarin waktu gue ikutan lomba bikin spanduk tingkat prodi Bahasa Inggris kalah mentah-mentah sama adik tingkat. Sekarang bukan cuman bikin spanduk gue bikin lambing BEM Univ dipakek di kop surat dan dibahas di dalam rapat ADART (baca: ade a er te).
Petjah lah.



Kebanggan gue saat ini adalah, ternyata tenaga gue kepakek, kemampuan gue di akui di tingkat BEM Universitas.  Hehe..

Komentar

  1. Ciee anak BEM ciee. Sibuk tuh nanti ngurusin ini itu .__.
    Yah bener sih bang, mending telat daripada gak sama sekali. Eh, itu si Sigit, ga cinlok kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue cinlok sama lo Dev :))

      Hapus
    2. Cie cie cinlok. Cinta di Lokalisasi. *kidding :D

      Hapus
    3. anjir -_- blog gue emng kayak lokalisai Ri? tega banget lu

      Hapus
  2. Wuah .. Tofik jadi aktivis mahasiswa setelah temennya menang di pilpresma kemarin :D

    Gak ada kata telat pik, justru jadi aktivis bakal bikin lo punya skill lain setelah lulus dari kuliah...

    Gue sih jadi aktivis mulai dari semester 1..
    Jadi hima, bem fakultas, senat mahasiswa sampe bem univ udah ngerasain semua..

    Btw.. di bem univ gue juga di KOMINFO, ya karena temen gue sendiri yg jadi presma gue yg jadi mentrinya...

    Nikmatin Pik mumpung masih jadi mahasiswa~

    BalasHapus
    Balasan
    1. iye bang udah setaun yang lalu haha mayan lah jadi sering ikutan Demo.. demo masak

      samaan bang kita KOMINFO juga

      Hapus
  3. Lambangnya keren ya panteslah dipakai di BEM Univ.

    BalasHapus
  4. It's never too late to be awesome!

    It's never too late to be awesome!

    Hehe, saya cuma komen random aja. Baca ini jadi kepengin ikutan organisasi juga.

    BalasHapus
  5. sedikit memusingkan ya kehidupan anak kuliah... gue pernah denger tentang relasi. relasi kehidupan. mantep banget yak ditawarin masuk BEM tanpa ope test, gaul. hmm... kalah mentah-mentah sama adik kelas, gue pun pernah merasakannya... walaupun dalam konteks anak sekolah, bukan anak kuliah :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung lo ga ditawarin masuk club bencong Jev haha

      Hapus
  6. Jadi modal kalo udah ikut organisasi. Ga maluan, berani berpendapat dan masih banyak untung lainnya.

    BalasHapus
  7. Ini postingan berbau nepotisme, harus dilaporkan ke KPK :v

    Kalo boleh tau hubungan bang topik sama sigit sedeket apa? Sedeket upin ipin?

    Nggak ada kata telat sih untuk belajar apalagi berorganisasi, siapa tau berguna pasca kuliah nanti. Baru tau juga kalo dikampus ada presidennya, kemarin aja waktu Prakerin ada pemilihan Gubernur tingkat mahasiswa di tempat Prakerinku. Itu jabatannya sama gak?

    BalasHapus
  8. Menurut saya tidak apa-apa baru ikut organisasi walau sudah semester akhir. Ikut organisasi banyak manfaatnya, kita jadi lebih pandai berbicara di depan audience, mengungkapkan apa yang kita pikirkan. Dan seperti design pamflet,spanduk dll itu bagus, kan bakatnya jadi lebih terasah.

    Kebetulan saya juga mahasiswa semester akhir dan di kampus, saya juga ikut organisasi tapi bukan yang berhubungan dengan politik. Karena saya tidak pandai berbicara di depan umum, lebih suka bekerja di balik layar jadi saya lebih suka mengurus mading, juga design pamflet, spanduk atau tiket kalau ada acara.

    Ya.., kurang lebih samalah pengalamannya...

    BalasHapus
  9. Wah wah.. KKN itu
    mengandalkan orng dalam
    ckckckc


    kalau inget bahasa dulu sih, lebih baik telat daripada tidak sama sekali.
    lagian kalau nggak dicoba ya gk akan tahu gimana rasanya berorganisasi.

    tapi keren ya kayaknya,.. BEM itu
    walau nggak ngerti tugasnya apa aja

    BalasHapus
  10. Keren lah jadi anak BEM, walaupun aak sedikit telat, dari pada enggak, iya gak bang? :D

    Relasi itu juga enak juga, apalagi yang jadi ketua temen deket kita, yaa bisa langsung masuk tanpa ini itu....wahaha keren lah relasinya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*

Postingan populer dari blog ini

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?