Minggu, 21 Juni 2015

Melihara Kanguru




Dalam benak setiap orang hewan peliharahan yang lazim dipelihara adalah kucing, anjing dan ketombe.. eh siapa juga yang mau melihara ketombe, ya, paling seterusnya adalah hewan-hewan peliharaan yang bentuknya lucu-lucu. Seperti hamster, kelinci dan teman-temanya. Yang paling banyak dipelihara adalah kucing dan anjing.

Waktu SD dulu gue pernah melihara kucing. Kucing gue warnanya orange tapi kalau malah berubah jadi gelap, soalnya da ada di temat gelap. Nggak kelihatan. Kucing gue ini makannya apa ajah. Makan nasi tempe sama tahu juga mau. Kadang kalau lagi kurangajar minta sama kuah rending. Sama isinya juga.

Kucing gue ini gue dapat dari sembarang tempat. Karena gue nggak tahu dia datangnya dari mana. Waktu gue keluar kelas selepas bel istirahat berbunyi, lewat kucing di depan pintu kelas gue kemudian gue datangi dia dan mulai mengelus-elusnya. Tadinya gue kira dia guru SD yang lagi nyamar jadi kucing untuk mengawasi murid-muridnya. Tapi setelah gue lihat ke kantor dan guru-guru pun masih lengkap. Gue sengaja langsung ke kantor untuk memastikan bener nggaknya dugaan gue.
 
Mungkin dia jelmaan penjaga sekolah. Soalnya pas gue lihat ke kantor yang nggak ada cuman penjaga sekolah ajah.

Hayalan gue waktu SD emang mengerikan sekaligus kurang ajar.

Dari kecil kucing itu gue urus sampai akhirnya jadi gede (yaiyalah masa jadi naga). Setiap hewan peliharaan pasti punya nama dan kucing gue pun gue kasih nama. Nama kucingnya gue ambil dari nama legenda Sangkuriang. Si Sangkuring kan punya peliharaan yang sebenarnya ayahnya sendiri yang dikutuk jadi Tumang dan gue pun kasih nama kucing gue si Tumang.

Filosofi penamaan yang bagus, tapi sayangnya peliharaan sangkuriang itu anjing. Dan yang gue pelihara kucing. Udah gitu dalam legenda Sangkuriang, Tumangnya berwarna hitam pekat dan kucing gue warnanya orange. Parah banget. Gue takut ajah suatu saat kucing gue ini mempelajari sejarah tentang Sangkuriang dan dia tahu kalau ternyta nama Tumang itu salah alamat, harusnya buat anjing warna hitam. Bukan kucing warna orange.
 
source
Mungkin dia bakal marah sama gue, marah banget. Kemudian dia nyakar-nyakar muka gue sampe jadi ganteng. Gue takut.

Untungya dia sekarang udah nggak ada. Karena dia kucing kampung yang suka main sama tukang ojeg kucing kampung lainnya, mungkin dia kabur karena udah menemukan pasangan hidup sejatinya. Gue yakin setelah dia tahu nama Tumang itu nama anjing kalau dia kenalan sama kucing lain dia bakal pakek nama yang lain. Mungkin dia pakek nama Shiro. Nama Tumang mungkin aib buat dia.

“nama kamu siapa? Meong..” tanya kucing cewek.
“nama aku Tumang! Meong..” dijawabnya dengan lantang.
“oohh..meong
“kamu udah tahu sebelumnya nama itu? meong..”
“udah. Kamu yang ada di lagu itu kan.. meong
“apaan? meong
“ayo goyang tumang biar hati senang, galau jadi hilang..”
“DUMANG!!”

Sungguh aib..

Semoga dia bisa menemukan pasangan yang bisa menerima dia dengan nama dia yang sebenarnya.

--------

Setelah melihara kucing kemudian kucing itu pergi ninggalin gue gitu ajah: nggak BBM atau DM di twitter. Kemudian gue melihara ikan cupang. Ikan cupang adalah semacam ikan hias, yang bisa berantem. Mungkin dia juga bakal ikut Smack Down, kalau dia bisa napas di darat sayangnya dia cuman bisa napas di air. Akhirnya dia cuman bisa berantem dengan sesama ikan cupang ajah, nggak sama Seamus atau Rusev.

source

Nggak beda jauh sama kucing. Ikan cupang pun meninggalkan gue. Padahal belum sempet gue kasih nama. Dia tewas mengenaskan di dalam toples samping layar monitor komputer gue di kamar. Mungkin karena gue jarang ganti air tempat dia berenang. Makanya dia mabok dan akhirnya tewas.

Niat gue melihara ikan cupang sebenarnya buat membasmi jentik-jentik nyamuk di rumah gue. Makanya gue beli tiga ekor: dua buat di tempat penyimpanan air dan satunya di kamar gue. Naas yang di kamar gue nggak bisa bertahan lama. Entah nasib kedua temannya yang sekarang gue cemplungin ke bak. Waktu gue kuras baknya mereka berdua udah nggak ada. Bisa jadi si Tumang datang ke rumah gue dan masuk ke bak buat memangsa ikan cupang gue. Dia masih punya dendam sama gue. Karena nama.

-----

Sekarang gue udah males melihara hewan-hewan peliharaan. Gue labih suka melihara hati ini untuk seseorang yang gue cintai. Iya gitu ajah. Mungkin karena dulu gue masih belum dewasa dan belum mengerti kalau ternyata melihara hewan itu harus dijaga baik-baik, dikasih makan dan dikasih perhatian layaknya perhatian kita terhadap mantan tempo hari.

Masa-masa itu sedang dialami sama adek gue sekarang. Dia belum tahu tanggungjawab yang sebenarnya. Termasuk tanggung jawab sama hewan yang kita pelihara. Karena kalau udah melihara hewan resiko utamanya adalah harus kasih makan dia setiap hari. Sementara adek gue makan ajah masih disuapin sama emak gue.

Tapi yang namanya anak kecil susah dilarang. Suatu hari adek gue pengen punya hewan peliharaan.

Ketika gue dan adek lagi nonoton tipi berdua, dia yang scanning channel gue lihatin doang. Kabetulan acara tipi nggak ada yang asyik, dan dia pindah ke channel luar negri. Di channel tersebut kebetulan lagi nayangin iklan wisata Australia, dan disitu ada hewan berkantung khas Australia. Yah, kanguru.

“bang!”
“apaan?”
“aku pengen melihara kanguru bang!” adek gue berkata mantap.
“….” Gila ini anak. “mau kamu taruh dimana kalau melihara kanguru? Hah?” gue nanya dengan nada kesel.
“ya, di sekitar rumah kek bang, atau di depan rumah ajah”
“ah.. ngaco kamu”
“yaudah kalau nggak boleh di luar. Ya, di dalem ajah, bang” dia nggak mau nyerah. “di sana tuh bang” jarinya menunjuk ke arah ruangan sempit berisikan buku-buku yang terusun rapih di rak buku.

Makin ngaco ajah ini bocah. Gue membatin.

“masa kamu taro di dalem. Di situ kan ada buku-buku. Gimana kalau kangurunya makanin buku-buku, dan…. kemudian dia pinter dan kuliah sampai lulus sarjana..”
“ngaco!”
“…..”

Counter attack..

Tapi dipikir-pikir lucu juga kalau melihara kanguru. Apalagi kalau kangurunya pakek toga. 


3 komentar:

  1. gaaa kebayang deh kalau tuh kanguru bisa jadi sarjana :D :D

    BalasHapus
  2. wahahaha, kangguru? nanti ditendang lo. gue sempet punya keinginan melihara sugar glider, tapi... emm... karena sesuatu gue urungkan niat itu. kalau kucing? ogah. gue paling sebel sama kucing... karena mereka kalau nyebrang seenak jidat. gue pernah nabrak kucing 2 kali pake motor, bukannya dia yang kenapa2 malah gue yang hampir kenapa2.

    BalasHapus
  3. saya takut sama kangguru

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*