Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Dapet apa?

Kadang kita sering disudutkan pada keadaan, dimana kita diberikan pertanyaan yang kita bingung mau jawab apaan. Misalnya, kalau gue ditanya “pik lo ganteng apa nggak?”. Gue bingung mau jawab gimana, kalau gue jawab “yah, gue ganteng! Kata emak gue” nanti gue dibilang sombong, riya, suka pamer dan kalau gue jawab “nggak, gue nggak ganteng, biasa ajah” malah dibilang sok cool, sok merendah dan sebagainya.
Ganteng kan relatif.. gue nggak bisa jawab gue ganteng kalau ternyata Nabila bilang gue biasa ajah. tapi nggak papa itu kan relatif, mungkin buat Nabila gue nggak ganteng tapi menurut Melodi kan nggak tahu. Nggak tahu mau jawab apaan..

Pait.

Artefak Kuno Kost-Kostan

Jangan kira artefak kuno hanya bisa ditemukan di daerah yang jarang dihuni oleh penduduk atau masyarakat, kayak misalnya di gunung-gunung atau kebun-kebun. Artefak juga bisa ditemukan di hati yang tak berpenghuni, eh bukan. Bisa di temukan di sebuah kost-kosatan. 

Nggak percaya?
Oke, gue buktikan.
Kebetulan gue sekarang lagi ngekost. Iya, sekarang gue jadi anak kostan untuk waktu 3 bulan saja. Karena tempat gue PPL jaraknya jauh dari rumah jadi harus ngekost. Dan di dalam sebuah kamar kostan yang berwarna karamel dari luar, dan tampak dalam berwarna putih, terdapat artefak kuno. Gue juga awalnya nggak percaya. Tapi itulah yang terjadi, kayak lo nggak percaya kalau gue pernah smsan sama member JKT48. Susah diterima akal sehat.

Ayo Pesen Vektor cyin

Kadang kita pengen jadi beda dari yang lain. Pengen sesuatu yang beda, tapi apa? Gimana kalau foto lo yang dibikin beda. Zaman social media kayak sekarang membuat kita selalu pengen eksis. Di awali dari yang kecil dulu, misalkan Display Picture BBM kalian ganti, foto profil kalian di Facebook juga diganti, dan tentu saja ava twitter.

Pekek apa?

Prince Wortel

Bagi sebagian orang, menulis merupakan sebuah keahlian yang harus dimiliki, termasuk oleh seorang pangeran sekali pun. Kan, nggak mungkin seorang pangeran ternyata nggak bisa nulis. Malu-maluin kerajan dan nantinya bisa bikin harkat dan martabat kerajaan yang dia akan pimpin jadi buruk dan jelek.
Dan itulah yang sekarang sedang terjadi dengan Arya. Pangeran dari kerajaan wortel ini rupanya nggak bisa nulis sama sekali. Tabiatnya yang malas dan hanya suka bermain sepanjang hari menjadikannya malas untuk belajar. Semenjak kanak-kanak sampai menginjak usia remaja seperti sekarang, dia tidak juga bisa menulis. Penyebabnya karena malas belajar dan hanya suka bermain.

Ribet!

Masalah dalam setiap hubungan pasti akan muncul dalam waktu yang sesingkat-singkatnya… Soekarno-Hatta -lah? Nggak. Maksud gue adalah masalah itu akan selalu ada di dalam sebuah hubungan; besar atau kecil, sepele ataupun dua pele. Hubungan disini gue akan tujukan ke dalam sebuah hubungan yang tanpa ikatan resmi, yaitu pacaran.
Gue pernah punya pacar, sekali lagi gue PERNAH punya pacar… dan kebetulan pacar gue ini cewek. Kalau nggak percaya, mending lo percaya ajah soalnya gue udah cek langsung. Terus kenapa kalau gue punya pacar? Ya gue juga punya masalah, dan masalah gue sama si doi ini akan gue jadikan contoh kalau masalah pasti akan ada ajah di setiap kita membuka mata. Kecuali kalau lo udah nggak buka mata lagi.

Selalu Salah

"kamu ini gimana sih! Dasar cowok nggak peka!" Marni marah-marah nggak jelas. "tapi aku udah cebokin kucing kamu kok" Kardi coba mengelak. "itu ajah nggak cukup! Kamu juga harus.." "kamu mau di cebokin juga?" "BUKAN! Udah ahh aku nggak mau lihat muka kamu lagi" Marni berlalu, begitu juga dengan kisah cinta mereka berdua.
Sering kita sebagai cowok selalu disalahkan sama pasangan kita. Sampai ada isitilah ‘cowok itu selalu salah, cewek selalu benar’ gue nggak setuju dengan istilah kayak gitu. Diskriminatif. Emang cewek itu punya jiwa malaikat? Emang cewek ini suci banget gitu nggak ada salahnya? Pasti ada lah.

Diary PPL: Susah Juga Ya..

PPL mengajarkan gue banyak hal, salah satunya adalah ‘membuat orang mengerti’ itu ternyta susah. Sebagai seorang yang memposisikan dirinya sebagai guru, gue ngerasa bikin anak didik mengerti apa yang gue maksud adalah sesuatu yang bisa dikatakan sulit. Lalu kemudian nggak cuman buat mereka mengerti, tapi lebih dari itu gue harus membuat prilaku mereka menjadi baik.. yah sebagaimana hakikatnya seorang guru, bukan hanya mengajarkan mata pelajaran semata, tapi juga harus mendidik moral mereka. 
Cie moral...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...