Langsung ke konten utama

Percayalah




Gue percaya sesulit apapun keadaan yang kita hadapi pasti ada kemudahan untuk menyelesaikannya, pasti ada kemudahan untuk melaluinya. Kayak anak kura-kura yang lemah tak berdaya ketika berjalan melewati pasir di pesisir pantai untuk menuju ke lautan bebas, sesampainya di perairan ternyata ombak selalu menghempaskan mereka kembali ke daratan kembali mencium pasir.

source
 
source

source

Dengan muka yang belepotan mereka nggak pernah menyerah, terus mencoba dan mencoba, sampai akhirnya ombak itu sendiri pula lah yang memberikan kemudahan. Karena prinsip ombak yang tidak hanya menghempaskan air ke pesisir pantai tapi juga menarik ke lautan lepas dan begitu terus menerus sepanjang kehidupan.

Ternyata untuk anak kura-kura ombak tak selamanya menjadi penghalang mereka menuju birunya samudra,  tapi juga menjadi salah satu media untuk menghantarkan mereka. Mungkin kalau saja anak kura-kura itu bisa bicara dan punya akun social media, dia pasti akan update…

“Terimakasih ya Allah.. ombak yang selama ini terus-menerus menghempaskanku ternyata malah sekarang menolongku karena ombak mendorong aku terus-menerus ke tengah-tengah lautan, kakiku ini kecil ya Allah mana bisa mengayuh untuk mendorongku ke lautan lepas. Sunggguh luar biasa sekali engkau ya Allah..”

Updatenyannya panjang banget. Tapi itu mungkin hanya separuh nikmat yang dia syukuri, masih banyak nikmat lainnya yang mungkin belum sempat dia sadari kalau itu adalah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Satu paragraf mana muat untuk menuliskan rasa syukur.

Begitu juga dengan kita khususnya gue sendiri, gue sering menganggap cobaan yang diberikan olehNya adalah sebuah halangan padahal itu sebagai media untuk menjadikan gue lebih kuat lagi. Gue udah kayak Mario Tegang belum?

Sebenenya gue lagi nyemangatin diri gue sendiri (nggak, gue nggak jomblo) tapi kalau yang baca ngerasa termotivasi ya nggak salah juga. 

Komentar

  1. Kadang memang kita harus ngerasain sama yang namanya sukses. Entah lah. Mungkin Tuhan ngga pengen kita seenaknya aja. Apa sih komen aku. Wkwkwk..

    BalasHapus
  2. Bener banget tuh. Kita sebagai manusia mah banyakan mengeluh, padahal sebenernya dikasih nikmat masih bisa hidup aja itu udah lebih dari cukup. Hehehe.

    BalasHapus
  3. cobaan itu memang cuma sebagai pelajaran doang, cobaan untuk ngetes bagaimana cara kita menyelesaikannya. uda kayak mario maure belum? :))

    BalasHapus
  4. betul, kita itu kura kura, dan laut itu kehidupan yang harus kita jalani. walaupun kita sudah berhasil masuk kelaut, dalamnya laut se dalamnya kehidupan kita.

    BalasHapus
  5. jika kita bisa melewati cobaan yang sedang menerpa kita, maka kita akan semakin menjadi pribadi kuat

    BalasHapus

Poskan Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...

Pos populer dari blog ini

Orang-Orang yang Nggak Disukai di BBM

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?

Kompilasi Foto Manyun

Dalam mengekspresikan emosi ada kalanya kita nggak perlu marah-marah nggak jelas, ke orang yang kenal atau nggak kita kenal sama sekali. Iya, ngapain kita marah-marah sama orang yang kita nggak kenal. Entar dikatain stres. Lebih baik kita ekspresikan emosi kita ke dalam sebuah foto. Kalau misalnya kita lagi Bete, kita bisa pake ekspresi manyun.

Manyun adalah ekspresi dimana orang biasanya lagi dalam keadaan nggak enak hati, Bete, dan sejenisnya tapi sekarang manyun juga bisa dikatagorikan sebagai ekspresi seseorang yang sedang berpose dalam kilatan kamera. Dan menurut penelusuran gue, gue menemukan sesuatu yang sangat eksotis, epic dan membahana. Ternyata manyun juga dilakukan bukan hanya oleh seseorang yang sedang dalam proses menuju dewasa (baca: alay), tapi oleh selebriti dan masyarakat biasa, bahkan orang tua.

5 Alasan Kenapa Cowok Suka Sama Raisa

Raisa Adriana. Siapa sih yang nggak kenal sama cewek bersuara jazzy ini. Cewek asal Jakarta ini menjadi idola para kaum adam yang jomblo maupun yang udah punya pasangan. Gue sendiri suka sama Raisa. Bohong banget kalau cowok ditanya “suka nggak lo sama Raisa?” terus jawabnya “nggak”. Kecuali kalau cowoknya agak ngondek. Cyin..
Gue suka Raisa karena… apa yah bingung gue. Ya, suka ajah gitu. Kadang kalau gue suka sama seseorang suka nggak punya alasan. Aduh apasih. Malah curhat. Bukan cuman gue tapi banyak cowok di Indonesia raya ini yang suka sama Raisa. Lalu apa sih alasannya mereka suka sama Raisa.

Cara Nolak Ajakan, Secara Halus

“Pik dugem yuk” ajak Joni. “Aduh.. gimana yah” “Udah ayok, jangan kebanyakan mikir nanti botak kayak Marijo Tegang, lo” “Ta… tapi Jon” topik terlihat ragu. “Kenapa? Udah ayok temen-temen yang lain udah pada gatel pengen joget Pik, ayok ahh” “Yaudah deh iya”
Kita terkadang bingung ketikaberhadapan dengan seseorang yang kita kenal bahkan sangat akrab, waktu dia ngajak, tapi kitanya nggak mau. Bingung karena nggak tau cara nolaknya. Kadang saking bingungnya diajak ngelakuin hal-hal yang negatif-pun, mau ajah. Padahal udah tau kalau itu nggak baik, tapi tetep mau, kalau udah kayak gitu, mutlak kita sendiri yang salah.