Langsung ke konten utama

Jalan-Jalan Coy 2




Masih dalam momen liburan, gue mencoba untuk refreshing. Nyari sesuatu yang menyegarkan pikiran. Setelah bosan di tempat Curug Si Domba, karena nggak ngapa-ngapain selain foto-foto dan lihat curugnya. Gue dan dia memutuskan untuk pergi ke Gedung Perundingan Linggarjati.

Jaraknya nggak terlalu jauh, masih searah dengan jalan curug Si Domba. Gedung itu terletak di kabupaten Kuningan kecamatan Cilimus desa Linggarjati. gue mulai menyalakan motor dan memulai perjalanan menuju GPLJ (Gedung Perundingan Linggarjati). Ngelihat langit kayaknya mendung banget, gue cukup yakin bakal hujan dalam beberapa jam ke depan. Tapi senggaknya gue udah sampai di GPLJ dulu, baru deh boleh hujan. Hujan ajah gue tawar, apalagi nasi di warteg.

Karena jarak yang nggak jauh, kita berdua tiba di tempat tujuan. Gedung Prundingan Linggarjati. Untuk mengingatkan kita kembali, gue akan mencoba menjelaskan sekilas sejarah tentang gedung Perundingan Linggarjati dari berbagai sumber.. 


Pada bulan November 1946 gedung Perundingan Linggajati merupakan saksi sejarah tempat dilaksanakannya Perundingan Linggarjati antara pemerintah Indonesia (Serikat) dan kerajaan Belanda. Tempat itu dipilih karena Jakarta dan Yogyakarta yang menjadi ibu kota sementara saat itu, tidak memungkinkan melaksanakan perundingan. Maka dari itu diambil jalan tengah, perjanjian diadakan di Linggarjati, Kuningan



Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sjahrir menginap di desa Linggasama, sebuah desa dekat Linggajati. Sementara Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta menginap di kediaman Bupati Kuningan. Kedua delegasi mengadakan perundingan pada tanggal 11-12 November 1946 yang ditengahi oleh Lord Kilearn (Inggris), penengah berkebangsaan Inggris.


source

Itulah sekilas sejarah gedung Perundingan Linggarjati, namanya juga sekilas ya nggak usah banyak-banyak ya. Udah cukup segitu ajah. Lebih lengkapnya baca buku sejarah ajah, biar kamu pinter..

Nyampe situ kita nggak mau cuman lihat-lihat gedungnya doang, harus lihat isinya dengan bayar Rp 5.000 terlebih dahulu. Kita berdua masuk ke dalam gedung, tapi kayak rumah. Gue juga bingung nggak bener-bener menyerupai gedung, tapi cuman rumah ajah gitu biasa. Anehnya disebut gedung. Karena dari sejarah yang gue baca juga, gedung ini adalah hotel yang dulunya rumah milik seorang wanita indonesia yang nikah sama bule Belanda dan di zaman penjajahan Jepang diubah lagi fungsi dan nama gedungnya.

Keadaan rumahnya adem banget. Gimana nggak adem terletak di pegunungan dengan jarak 400 meter dari permukaan laut. Gue emang nggak sempet ngukur dari laut sampe ke gedungnya, tinggal baca ajah di Wikipedia. Abis lihat-lihat isi dari setiap ruangan, gue dan doi foto-foto.

“yank, foto dong sayang nih nggak tiap hari kesini”
“oke..”



















Nggak tahu orang Indonesai mah kurang lengkap ajah gitu kalau nggak foto saat di tempat-tempat wisata. Setelah cape muter-muterin gedungnya gerimis pun turun. Pertanda gue harus pulang, mumpung gerimisnya masih segede jarum. Tapi di tengah perjalanan pulang ujannya malah maikn gede, untung kita bawa jas hujan. Kalau lagi musim hujan kayak gini emang wajib banget bawa jas hujan.

Sampe rumah kita berdua tetep ajah basah kuyup, tapi untungnya barang-barang berharga nggak ikutan basah. Setelah jalan-jalan yang cukup melelahkan itu, gue seneng dan semoga dia pun seneng walau pun malemnya dia sms ke gue katanya kedua kakinya sakit semua. Semoga lekas sembuh :* ...

Komentar

  1. ah, keren. penuh sejarah :))
    jadi inget dulu waktu smp setiap belajar ips belajarnya perjannjian linggarjati mulu.. kalau nggak perjanjian renville~

    BalasHapus
  2. Penasaran siapa dianya. Kok nggak pake foto?
    Hehehe, saya udah pernah ke gedung linggarjati waktu SMA. Lumayan buat tour sejarah. Nah, kalo ke Cidomba, saya malah belum pernah. Pernah ke jurug Cilengkrang belum?

    BalasHapus
  3. ho oh. penasaran juga nih foto si dia... kenapa gak di post??

    acieee... ngedate di tempat bersejarah cieee...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...

Pos populer dari blog ini

Orang-Orang yang Nggak Disukai di BBM

Alasan-Alasan Cewe Cantik Pacaran Sama Cowo Jelek

Belakangan ini, gue sering banget lihat cowo jelek pacaran sama cewe cantik. Saking seringnya gue sampe masuk angin. -lah? Yang ada di benak gue ketika lihat mereka berdua pacaran adalah “I’M A LOSER”. Iya, gue ngerasa kalo cewe-cewe sekarang udah kena fatamorgana, dan cowo jelek udah berhasil memanfaatkan situas itu.  Di pinggir jalan gue sering banget lihat mereka pacaran, entah disengaja atau nggak. Pas gue lewat mereka bersenda gurau, melempar tawa, membuat hati ini tersayat-sayat. Halah… Maklum jomblo.
Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin nggak sih cewe cantik itu kena pelet? Kemungkinannya hanya 10 persen. Kenapa? Sekarang tampang bukan ukuran buat di jadiin pacar, termasuk buat para cewe-cewe cantik ini. Karena selain ganteng itu relatif, cewe-cewe sekarang juga sadar “money can change situation”. Uang bisa merubah segalanya, yang jelek-pun kelihatan ganteng, kalo duitnya banyak.

Cerita Akhir Tahun : Keguruan dan Kedokteran

Apa yang membedakan belajar dan berobat? Menurut gue yang mebedakan keduanya cukup mudah yaitu, tujuannya. Sebuah pertanyaan tadi adalah representasi dari keguruan dan kedokteran. Gue punya sedikit cerita tentang keduanya..
Hari selasa kemarin tepatnya tanggal 24 desember 2013 (ahh udah kaya surat ajah lengkap banget) seorang temen sekelas gue namanya Siti Kresna alias Memey, sedang bersama Dimas temen sekelas gue juga cuma dia agak tua, maaf yah mas gue sebut lo tua, umur emang nggak bisa bohong hampir sama kaya iklan mie. Mereka berdua sedang di laintai bawah kampus gue tercinta, mata gue yang sayu, langkah gue yang gontai, dan muka gue yang setengah panik karena kurang tidur dan kebelet pipis, tiba-tiba memey manggil gue dengan nada sedikit serius.
“Pik.. sini deh” “Bentar mey, si joni mau mau buang air” jawab gue sambil megangin resleting, biar pas gue masuk wc langsung curr..
Selesai pipis gue balik ke si Memey dan Dimas, mereka setia nungguin gue di bawah tangga sambil berdiri,…

Jenis-Jenis Ketawa Dalam Tulisan

Ketawa itu bermacam-macam jenisnya, dari zaman dinosaurus, manusia purba dan sekarang zaman 4L4y3rs. Ketawa mulai berevolusi, termasuk ketawa dalam tulisan, karena zaman udah cangih sampe akhirnya terciptalah handphone yang nggak cuma bisa ngobrol jarak jauh, tapi juga bisa mengirim pesan singkat atau SMS (Short Message Service.red). 
Sebelum tau lebih dalam jenis-jenis ketawa dalam tulisan, ada baiknya kita mengenal arti kata ‘ketawa’ atau pengertian ketawa. Menurut prof.Toples,.eSDe,.eSeMPe,.eSeMA.Kertawa adalah kata kerja, reaksi dari kejadian lucu yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari atau duahari-duahari sehingga  menimbulkan tawa.  Kalo ada yang bertanya ‘tawa’ itu apa?

5 Alasan Kenapa Cowok Suka Sama Raisa

Raisa Adriana. Siapa sih yang nggak kenal sama cewek bersuara jazzy ini. Cewek asal Jakarta ini menjadi idola para kaum adam yang jomblo maupun yang udah punya pasangan. Gue sendiri suka sama Raisa. Bohong banget kalau cowok ditanya “suka nggak lo sama Raisa?” terus jawabnya “nggak”. Kecuali kalau cowoknya agak ngondek. Cyin..
Gue suka Raisa karena… apa yah bingung gue. Ya, suka ajah gitu. Kadang kalau gue suka sama seseorang suka nggak punya alasan. Aduh apasih. Malah curhat. Bukan cuman gue tapi banyak cowok di Indonesia raya ini yang suka sama Raisa. Lalu apa sih alasannya mereka suka sama Raisa.

Kompilasi Foto Manyun

Dalam mengekspresikan emosi ada kalanya kita nggak perlu marah-marah nggak jelas, ke orang yang kenal atau nggak kita kenal sama sekali. Iya, ngapain kita marah-marah sama orang yang kita nggak kenal. Entar dikatain stres. Lebih baik kita ekspresikan emosi kita ke dalam sebuah foto. Kalau misalnya kita lagi Bete, kita bisa pake ekspresi manyun.

Manyun adalah ekspresi dimana orang biasanya lagi dalam keadaan nggak enak hati, Bete, dan sejenisnya tapi sekarang manyun juga bisa dikatagorikan sebagai ekspresi seseorang yang sedang berpose dalam kilatan kamera. Dan menurut penelusuran gue, gue menemukan sesuatu yang sangat eksotis, epic dan membahana. Ternyata manyun juga dilakukan bukan hanya oleh seseorang yang sedang dalam proses menuju dewasa (baca: alay), tapi oleh selebriti dan masyarakat biasa, bahkan orang tua.

Cara Nolak Ajakan, Secara Halus

“Pik dugem yuk” ajak Joni. “Aduh.. gimana yah” “Udah ayok, jangan kebanyakan mikir nanti botak kayak Marijo Tegang, lo” “Ta… tapi Jon” topik terlihat ragu. “Kenapa? Udah ayok temen-temen yang lain udah pada gatel pengen joget Pik, ayok ahh” “Yaudah deh iya”
Kita terkadang bingung ketikaberhadapan dengan seseorang yang kita kenal bahkan sangat akrab, waktu dia ngajak, tapi kitanya nggak mau. Bingung karena nggak tau cara nolaknya. Kadang saking bingungnya diajak ngelakuin hal-hal yang negatif-pun, mau ajah. Padahal udah tau kalau itu nggak baik, tapi tetep mau, kalau udah kayak gitu, mutlak kita sendiri yang salah.