Rabu, 01 Oktober 2014

Sabtu Bersama Bapak; Adhitya Mulya




Gue aslinya jarang banget baca, apalagi baca novel. Gue juga belum tahu banyak tentang berbagai genre novel, sekilas yang sering gue baca novel bergenre komedi, kemarin sempet juga baca novel fiksi yang berat banget gue nggak tau genrenya apaan, yang jelas waktu gue baca hampir habis gue udah keburu meles duluan.

Dan seminggu belakangan gue mulai meningkatkan minat baca, dengan membaca novel terlebih dahulu baru mungkin kemudian gue baca yang berat-berat. Mungkin gue nanti bakal baca beton. Beton mah di angkat kali yah..


Novel yang gue baca yaitu Sabtu Bersama Bapak karangan Adhitya Mulya. Novel setebal 278 halaman bergenre keluarga terbitan Gagas Media ini emang asik banget, cukup jarang gue rasa yang mengambil tema keluarga. Atau mungkin guenya ajah yang jarang baca novel sejenis. Malu-maluin ajah. Novel tersebut isinya tentang keluarga (yaiayalah). Keluarga yang ideal, bagaimana mereka masing-masing belajar menjadi seorang ayah, ibu, dan anak yang baik.

Mulai dari sang ayah Bapak Gunawan yang bijaksana sekali menurut gue. Dia juga master planer keluarga yang hebat, seorang ayah yang harusnya menjadi contoh untuk kebanyakan ayah-ayah di indonesia. Termasuk bapak gue, “pak baca novelnya pak”.. Ketika menjelang ajalnya pun sang ayah punya rencana yang dia buat untuk masa depan anak-anaknya kelak, dan juga untuk istrinya.

Melalui video yang dia rekam jauh sebelum ajalnya menjemput. Dia memberikan bekal berupa nasihat bijak, karena dia meninggal ketika ke dua anaknya masih kecil. Otomatis merkeka butuh bimbingan dari seorang sosok ayah. Disitulah kenapa gue bilang pak Gunawan ini bijaksana, ketika dia meninggal pun dia masih bisa memberikan sesuatu untuk anak-anaknya, berupa nasihat bijak.

Sang ibu juga demikian, bu Itje, ketika dia ditinggal suaminya untuk selama-lamanya, dia mencoba membesarkan anaknya sendirian. Membesarkannya hingga ke dua anakanya berhasil lulus dari perguruan tinggi. Pak Gunawan memang mempersiapkan segalanya termasuk pendidikan ke dua anaknya. Tapi tanpa andil bu Itje di situ, dengan kasih sayangnya yang membesarkan anak-anaknya mungkin plan pak Gunawan yang dia buat nggak berjalan dengan baik.

Dan anaknya yang pertama, Satya, seorang anak sulung yang berjuang menjadi ayah yang baik seperti ayahnya dulu mendidiknya. Mencoba menjadi suami yang baik untuk istri dan anak-anaknya. Berbekal dari video yang direkam pak Gunawan, dia belajar semuanya; mendidik anak, memperlakukan istri. Kebijaksanaan yang pak Gunawan miliki, seolah menurun kepada anaknya, dan itu terbukti ketika Satya berhasil menjadi seorang ayah, suami dan pemimpin keluarga yang baik.

Adiknya, Saka. Seorang pemuda yang mencari cinta, mencari pasangan hidup. Kebanyakan kisah ngenesanya ketimbang kisah indahnya. Dia udah bekerja, punya penghasilan, punya rumah sendiri, sayangnya dia masih jomblo. Sampai akhirnya dia menemukan sosok perempuan bernama Ayu, dan akhirnya dia jatuh cinta. Perjuangan mendapatkan Ayu juga nggak gampang, dia harus bersaing dengan, Salman rekan kantor sekaligus rival. Salman juga orang yang jago speak ke cewek. Dan rupanya Cakra sang jomblo mapan nggak punya kemampuan itu.

Gue paling suka dengan cerita Cakra, mungkin karena gue doyan cinta-cintaan kali yah, atau ke jombloannya memang persis kayak gue (dulu). Udah jomblo nggak jago speak ke cewek, jadilah jomblo gagu. Tapi Cakra punya prinsip kenapa dia jomblo, dia punya alasan, ‘lagi-lagi’ lewat video pak Gunawan, sang ayah yang bijak. Cakra pun belajar banyak tentang prinsip bagaimana dia meperlakukan wanita, dan menjadikannya pendaping hidup.

Walaupun pak Gunawan telah berpulang tapi dia masih ada untuk mereka (keluarganya). Video yang dibuat seolah menghidupaknnya kembali, di dalam lubuk hati bu Itje, Satya dan Cakra dia masih ada untuk mereka. Gue suka pesan-pesan yang diberikan oleh pak Gunawan lewat vidionya. Gue juga banyak belajar, sampe manggut-manggut. Bisa ajah nih mas Adhitya Mulya bikin gue manggut-manggut..

 



Judul Sabtu Bersama Bapak
Penulis Adhitya Mulya 
Tebal 278 halaman
Penerbit GagasMedia
ISBN 979-780-721-5

Novelnya bagus, recommended deh, apalagi kalau dibaca sama calon ayah, suami, bapak, dan buat jomblo yang sedang mencari pasangan hidup. Karena disitu nggak nyeritain cinta-cintaan masa remaja tapi cinta yang benar-benar matang. Cinta yang udah bisa di makan. Udah mateng soalnya.

20 komentar:

  1. Saya banyak banget baca novel, tapi belum tertarik baca yang ini..huft.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya bagus dan mengharukan ya. Hehe.. Saya baru mau baca buku ini. Ada orang yang mau ngasih soalnya :D

      Hapus
    2. ngarep banget dikasih yah hahaha

      Hapus
  2. cinta yang udah bisa dimakan. cinta yang udah mateng :D bagus kalimat pamungkasnya. hehehe

    BalasHapus
  3. wah jadi tertarik buat ngebaca nih,pasti tambah sayang ntar sama keluarga.heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga nggak baca buku pun bisa sayang terus sama keluarga yah

      Hapus
  4. Novel2 yang mengisahkan cinta antara anak dan orangtua memang menarik untuk dibaca... Beberapa koleksi buku milikku mengisahkan kisah yang demikian... Kebanyakan sih aku lebih tertarik baca buku tentang hubungan antara anak dan bunda yang sangat menyentuh... TKasih sayang kepada bunda menurutku memang istimewa.. Tetapi kasih sayaang pada sang ayah juga istimewa lho... Contohnya diriku yang punya ayah galak... Biarpu sampe usia tuanya ayah maasih galak tetapi kami anak2nya tetap menghormati dan mencintai beliau sama hormat dan cintanya kami pada bunda yang telah tiada...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tuh yg antara bunda dan anaknya, jarang banget.. aku juga belum baca mba

      Hapus
  5. gue malah belum baca itu, gue baru baca jomblo nya hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. jomblo kan udh ada filmnya san. nonton ajah filmny haha

      Hapus
  6. ini genrenya bukan komedi ya Pik?
    kesannya gimana gitu ya, adhitya mulya biasa nulis komedi sekarang pindah haluan gini ..
    tapi kalo novel terbitan gagas media pasti gak diragukan lagi kualitasnya~

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada bumbu komedinya kok bang, tapi gitu banyakan seriusnya dengan bahasa yang asik tentunya hehe

      Hapus
  7. temanku banyak yang sudah baca ini, katanya bagus. Haduh,,, baca resensi ini, malah pengin baca juga :D

    BalasHapus
  8. Halo bang, blog ini dapet award ya dari aku, bisa di cek di link postingan ini, terimakasih :)
    The Liebster Award

    BalasHapus
  9. Kemaren sebelum berangkat S2 ke China udah beli bukunya secara online, tapi sialnya bukunya baru sampe setelah gua berangkat. Hiks...

    BalasHapus
  10. kayaknya seru tuh,jadi penasaran pengen baca novelnya :)

    BalasHapus
  11. lagi cari review buku sabtu bersama bapak, malah ketemu blogmu ini fik hahaha. yaudah, aku baca aja..

    liat dari reviewnya sih keren keren. ntar sore beli ah!! sory fik bagian tengahnya di skip, aku nggak suka baca spoiler hahaha

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*