Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Menghargai Opini

Berbeda pendapat adalah hal yang wajar, tapi nggak sedikit juga yang nggak perduli dengan hal itu. Seolah opini itu harus disamaratakan, kita bebas mengeluarkan opini sepanjang nggak menjurus menjelekan orang lain atau institusi tertentu. Nah, untuk contoh, gue punya pendapat tentang musik..
Musik Semua orang di dunia ini suka dengan musik, punya selera musik sendiri, sampai punya self anthem mereka sendiri kalau lagi galau dan jatuh cinta atau dalam keadaansedih dan senang. Mungkin entah alasannya karena di setiap negara pasti ada musikyang berdengung.Musik dikatakan sebagai bahasa universal, karena gue sendiri-pun masih bingung dan mencari-cari dimana letak ke-uiniversal-annya ketika ada bule lalu gue tanya “do you know about Koes Plus?” dan ternyata mereka nggak tahu Koes Plus sama sekali, mungkin musik itu universal kalau gue nanya 'siapa itu Michael Jackson?'.
Mungkin bule bakal tahu siapa itu MJ, tapi tukang beca kalau ditanya “siapa Michael Jackson?” maka dia akan menjaw…

Hal-Hal Yang Dibenci Jomblo Dari Orang Pacaran

Fakta mencengangkan dari hasil penelitian yang diragukan keabsahannya, bahwague genteng.. eh bukan.., fakta mencengangkan itu adalah masih banyaknya jomblo di tahun 2014, padahal tahun baru tinggal beberapa bulan lagi. Nah yang dikhawatirkan adalah di tahun 2015 nanti akan semakin menanjak, akan semakin banyak jomblo yang menjalani tahun 2015 sendirian. Kasihan. Gue sebagai mantan jomblo cukup prihatin.
((Mantan jomblo)) ((Prihatin))
Memang terdengar sulit untuk dicerna oleh nalar, kalau gue ternyata udah nggak jomblo lagi.Dan rasa keprihatinan gue ini kurang lebih karena apa yang jomblo rasakan nanti di 2015, sama seperti apa yang gue rasain di tahun-tahun sebelumnya, dimana gue sendirian, menempuh hidup yang begitu sulit penuh rintangan. Kayak Benteng Takeshi.Sebagai jomblo, dulu, kerasa banget kalau gue bener-bener sendirian, apalagi kalau dateng ke tempat umum, dimana disitu banyak orang, kayak mall, taman, kampus danwc umum. Kerasa banget.

Delapan Ribu

Sore hari dihari minggu, matahari sudah berganti shift dengan bulan untuk saling berganti tugas. Gue lagi asyik nonton tipi, setelah selesai mandi gue duduk di sofa yang terbuat dari kayu yang diselimuti busa-busa, sofa yang gue duduki tampak seperti gue. Iya, kerempeng. Tampak tulang yang di balut kulit-kulit yang sedikit empuk. Dikit banget.
Seperti biasa acara menjelang magrib semuanya iklan, ada yang iklan detergent, ada yang iklan minuman, makanan, dan sejenisnya, kalau ada iklan makanan menjelang magrib gue teringat akan bulan puasa kemarin. Yang belum gue lihat itu menjelang magrib ada Bang Ikang Fauji yang tiba-tiba bahagia banget nyanyi ejakulasi dini, dengan iklan On Cliniknya. Sungguh mengharukan.
Di antara iklan-iklan yang sedang gencar mempromosikan produk yang di iklankannya, ada suara pintu belakang terbuka, gue kira kucing ternyata adek gue yang baru pulang main. Akhir-akhir ini dia emang udah mulai pulang magrib, padahal nggak nyari nafkah. Gue lihat muka adek gue Marw…

Sabtu Bersama Bapak; Adhitya Mulya

Gue aslinya jarang banget baca, apalagi baca novel. Gue juga belum tahu banyak tentang berbagai genre novel, sekilas yang sering gue baca novel bergenre komedi, kemarin sempet juga baca novel fiksi yang berat banget gue nggak tau genrenya apaan, yang jelas waktu gue baca hampir habis gue udah keburu meles duluan.
Dan seminggu belakangan gue mulai meningkatkan minat baca, dengan membaca novel terlebih dahulu baru mungkin kemudian gue baca yang berat-berat. Mungkin gue nanti bakal baca beton. Beton mah di angkat kali yah..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...