Rabu, 04 Juni 2014

Merasa Dihargai



Menghargai dan dihargai adalah sebuah hubungan timbal balik yang nyata, jika kita menghargai seseorang, maka kita akan dihargai. Paham bedanya kan; antara dihargai dan menghargai. Menghargai adalah cara kita memberi penghargaan atau memberi perhatian kepada orang lain, sementara dihargai adalah cara orang memberi penghargaan terhadap kita. Caranya sama hanya ketika menghargai kita yang jadi subjeknya, dan ketika dihargai kitalah yang menjadi objeknya.

Semoga kalian memahami apa yang gue paparkan. Kalaupun harus minum obat sakit kepala karena susah mencerna penjelasan gue yang berbelit-belit, gue saranin mending yang sesuai resep dokter. Dokter sunat.

Gue bisa membuktikan ketika gue menghargai kemudian gue dihargai. Kebetulan gue blogger, ehmm.. dan kegiatan blogwalking adalah sebuah keharusan, tapi rata-rata blogwalking yang terjadi hanya numpang lewat dan sekedar membaca tulisannya saja, maksud gue nggak ninggalin komen gituh, kalo gue nggak. Maaf gue bukan bermaksud pamer, cuma sedikit, halah… gue usahakan untuk komen walaupun tulisan yang gue komenin menurut gue nggak enak-enak banget, menurut gue loh ya.

Itu artinya gue secara langsung menghargai tulisan dari blogger lain, walaupun hanya sebagian karena nggak sedikit blog yang gue buka isinya jualan obat kuat dan nggak sesuai sama judulnya. Nggak nyambung. Kadang gue komen sama blogger baru yang tulisannya nggak rapih, ya gue suruh rapihin, kadang juga ada blogger baru yang tulisannya enak tapi nggak ganteng, kemudian gue jualan obat biar dia ganteng… ng..ngg.. nggak kok gue bukan blogger yang jualan obat tadi.

Suatu hal sederhana yang membuat orang semakin berkembang dalam dunia per-blogan-nya.  Dan mereka-pun melakukan hal yang sama, mereka komen di blog gue. itu artinya gue udah dihargai, tulisan gue dibaca, walaupun setelah membaca mereka mendadak menderita iritasi mata ringan dan berfikir extreme. Dengan begitu gue semakin merasa kalau gue sebenarnya punya tulisan yang bermutu, secara ide doang, kalau secara arti dan kegunaannya mungkin hanya 3% saja.

Makanya ketika ada orang koment di blog gue, gue selalu menyempatkan untuk membalasnya, karena merekalah blog gue jadi rame. Karena blog gue rame, gue jadi punya ide, suatu saat nanti gue pengen buka angkringan di blog. Gue emang berjiwa entrepreneur sejati. Ketika blog rame dan page view-nya makin banyak, jelas memicu semangat gue untuk terus ngeblog. Semangat gue semakin terpacu. Kayak kuis yah. “Berpacu dalam melody JKT48”.

“Berpacu dalam semangat” #apasih

Ketika gue semangat, tulisan yang gue post-pun semakin sering dan menurut komentar para blogger senior katanya tulisan gue bagus dan enak dibaca, dan ngga sedikit bilang yang nulisanya juga bagus. Gue jadi terharu, itulah yang membuat gue berkembang, tulisan yang gue post-pun kadang harus gue buat semenarik mungkin, dengan memberinya sedikit ilustrasi dan membuatnya enak di baca. Rasa dihargai itupun semakin berkembang ketika para admin Blogger Energy memberikan gue sebuah kesampatan dan kepercayaan untuk mengurus tulisan-tulisan di BE. Iya, gue juga nulis disana. Jadi TEBE. 


Jadi memang udah terbukti, kalau kita menghargai seseorang maka kita akan dihargai, dan efek dihargai itu membuat kita jadi semangat.


Benar-benar dihargai

Itu adalah hal kecil yang gue dapet, merasa dihargai, dan efeknya lumayan untuk membuat semangat ngeblog gue seakin membara. Tapi ada hal yang membuat gue benar-benar dihargai. Kalau tadi efeknya bikin gue semangat nah, yang ini membuat gue semangat plus mendapatkan V aliasa value (baca: duit). Berawal dari kecintaan  gue terhadap Phothoshop dan seringnya gue membuat ilsutrasi tulisan dengan karakter-karakter mirik kayak komik. Ada orang-orang yang tertarik dan meminta gue untuk membuatkannya.

Orang samarinda namanya Kukuh Kurniawan, jauh-jauh dari smarinda dia mention gue, menyruh gue untuk lihat DM (Direct Message) dan disitulah transaksi terjadi dia meminta gue untuk membuatkannya header blog, dengan karakter dia sendiri di header itu. Gue menyanggupi permintaan itu dan setelah beberapa lama akhrinya jadi dan langsung gue kirim lewat e-mail nggak lewat pos apalagi lewat sms. Ketika dia nanyain harga gue mencoba untuk menyebutkan nominal ‘harga teman’.

Gue memberikan harga 20 ribu untuk desain header gue, tapi… si Kukuh rupanya orang baik dan dermawan walaupun mukanya kalah ganteng sama gue. Dia malah menambahkan nominal yang gue sebutin “udah 50 ribu ajah” gue bengong… dan sejenak gue memalingkan muka dari layar laptop.

Gue nunduk.

1 menit..
2 menit..

Gue kembali menatap layar laptop, gue dapati layar laptop yang hitam pekat. Ternyata batrenya habis. Gue lupa nge-charge laptop. Laptopnya mati.

Gue agak sedikit heran kenapa naik orang kalau nawar, kan, biasanya turun, ini malah naik. Dia beralasan itu adalah sebagai penghargaan atas karya gue, makannya di tambahin. Gue nggak kebanyakan mikir tapi sempet juga gue menyadarkan Kukuh dengan nada sok jual mahal, “nggak kemahalan Kuh?” dia menjawab dengan lantang, padahal ngga kedengeran suarnya “Nggak bang”. Kemudian diapun membelikan gue pulsa 50 ribu. Iya, bayarnya pulsa ajah. kejauhan ngirim 50 ribu dari Samarinda ke Cirebon.

Disitulah gue jadi nggak pernah beli pulsa selama sebulan, lagian gue orangnya hemat smsan jarang nelpon apalagi. Makannya jadi awet. Malah rencannya gue mau jualin sisaan pulsannya. Keliatan banget apa-apa di duitin, maklum jiwa entrepreneur.

Selain Kukuh ada lagi temen sekelas gue namanya Alpiah dia minta gue untuk membuat logo servis AC bokapnya. Tanpa berpikir lama-lama gue langsung menyanggupi permintaan temen sekelas gue tersebut. Kalau dari Alpiah gue dapet 50 ribu dalam bentuk uang beneran, karena Alpiah sekelas jadi gampang ngasih duitnya. Sebenarnya gue minta 70 ribu tapi dia minta 50 ribu ajah, sebagai temen yang sering utang pulsa ke dia gue-pun meng-iya-kan permintaannya. 50 oke lah.

Selain uang gue juga kemarin dapet buku dari si Ichsan, gue ikutan GAnya. Gue buat tulisan untuk ikutan GA Ayam Sakit, dengan mengorbankan aib gue waktu masa-masa SMA. Iya, gue jomblo waktu SMA. Kata dia yang udah bikin buku tulisan gue bagus, enak di baca, dan mempunyai nilai lebih. Mempunyai nilai lebihnya karena gue sering banget ngancem dia kalau gue nggak dapet hadiah dari GAnya gue bakal sumpahin dia jadi ayam beneran. 

diperankan oleh model

Mereka bertiga rela memberikan sesuatu yang mereka punya, uang, pulsa, buku, mereka berikan kepada gue. Sebuah bentuk penghargaan yang luar biasa. Penghargaan yang berharga. Dari situ gue merasa, gue… benar-benar di hargai. Terimakasih buat kalian. Sini gue peluk. :))

20 komentar:

  1. oohh jadi si Tebe ituu.. oh, o key..

    saling menghargai itu harus, itu tandanya kita respect ke sesama.. tapi jangan ada maunya juga.. harus ikhlas.. kalo menghargainya dengan ikhlas, ya kayak kakak ini, ngga disangka-sangka dan tanpa diminta juga timbal balik ato imbalannya malah dateng2 sendiri.. saluutt :D

    BalasHapus
  2. wohooo keren, sampai ada penghargaan bentuk fisik juga ya :D
    tapi penghargaan itu juga keren lagi kalau saling menghargai. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang.. emang gue emang keren
      iya bener gitu tuh,

      Hapus
  3. seperti hukum alam kalau mau dihargai harus menghargai dulu, kagum sekali dengan jiwa enteprenuernya semoga terus ditingkatkan dan lebih banyak ngumpulin value haha :D

    BalasHapus
  4. Iya setuju banget Kapik. Mama juga sering ngajarin aku, harus sering berbuat baik sama orang. Kalo punya rezeki lebih ya kasih, pokoknya harus banyak me--yang baik-baik. Tapi jangan mengharapkan balasan. Toh kalo suatu saat kita kepepet, itu Allah yang bantu. Ya mungkin dari me--yang baik-baik dulu pernah dilakuin.

    Cie deh yang berjiwa entrepreneur. Bagus Kak tingkatkan. Siapa tau bisa jadi pengusaha muda dan berkontribusi untuk memperbaiki ekonomi negara. Nanti aku jual jasa akuntannya deh buat bantuin ngurusin keuangannya. Haha.

    Eh, dulu aku kok malah minta dibikinin gambar ilustrasi itu ya. Bukannya beli._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. me-- apa sih wi? amigu gingits -__-

      Hapus
    2. Ih lemot da-___-

      Iya misal menghargai, memberi, menolong, dan me-- me-- yang lain. Nggak ngerti lagi jangan-jangan~

      Hapus
  5. Sebenernya bang topik mau menjelaskan betapa dia sangat bangga karna karya-karyanya dihargai. Itu keren lo bang, ngelakuin apa yg disuka ehh tau-tau ada juga yg suka.

    Lagi-lagi aku sependapat sama kak dwi, harus sering2 me--
    Walopun gak sejujurnya juga aku tipe orang yg me--
    Ngerti kan? Hahaha

    bang topik keren deh, bisa memanfaatkan sumber daya yang ada buat jadi entepreneur ._. ahh aku juga berencana jadi entepreneur juga sih ><_

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak juga sih, bukan mau pamer, kasih contoh ajah kalo kita menghargai pasti akan dihargai

      Hapus
  6. Setiap orang punya cara masing2 utk menghargai karya org lain, baik itu pujian, kritik dan saran juga kok. Dan kita harus ikut bangga kalau banyak yang menghargai kita dan juga kita banyak menghargai orang lain :D
    oya itu kalau nulis "makanya" kok jadi "makannya"? Aku bacanya jadi bingung dikit nih, kalau "makannya" itu kan kata dasarnya makan+nya kalau maksudnya "makanya" harusnya maka+nya, bukan begitu? atau memang disengaja soalnya aku liat semua "makannya" kayak gitu tulisannya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. grammar police...

      ga tau sih, sengertinya ajah kayak gimana

      Hapus
  7. memang hidup itu selalu ada timbal balik nya. kalo kita menghargai seseorang, tentu kita akan dihargai, begitu pula sebaliknya. jadi blogger itu juga bisa memberi kita pelajaran untuk menghargai tulisan orang lain dengan cara BW, dan orang tersebut akan menghargai tulisan kita dengan kunjungan atau komentar balik. intinya kalo pengen dihargai, ya harus menghargai orang terlebih dahulu.

    dengan bakat bisa bikin orang-orangan itu, Bang Topik udah bisa dapetin rezeki sendiri. yaa alhamdulillah lah. malah si Kukuh nawar lebih ongkosnya. itu pasti lo bangga banget yaa Bang, karya lo udah bisa merasa dihargai.

    btw, kapan nih ngadain GA sendiri Bang? wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAnya nanti zam gue belum punya duit -__-

      Hapus
  8. Gue setuju kalau kita menghargai pasti akan dihargai. Btw itu bayar model foto berapa juta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue juga setuju, bahkan sedelapan bro hehe

      Hapus
  9. ya.... emang bener, , menghargai dulu baru dihargai... jangan kebalikannya, nanti berantem :D.

    gak dikasih juga gambar yang udah mendapatkan penghargaan dari beberapa orang itu ?
    tapi kalau dilihat dari cerita pasti bagus banget gambarnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak bagus2 amat bang, cuma mereka menghargai karya orang jadi seneng ajah sih hehe

      Hapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*