Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Juni, 2014

Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Selama Bulan Ramadan

Majelis Ulama Indonesia kemarin malam (27/06/2014) menggelar sidang isbat, dan menghasilkan keputusan bahwa pada tanggal 29 Juni udah mulai puasa. Yah, tepat pada hari minggu. Dimana malemnya, yaitu sabtu malam (baca:malam minggu) gue yakin ada banyak pasangan yang menghabiskan kesempatan terakhir buat selalu deket-deketan. Entah itu di rumah si doi atau di semak-semak. Gue juga kurang tau ngapain mereka di semak-semak.
Terlepas dari malam minggu yang banyak dihabisakan di semak-semak. Kita udah sama-sama tahu kalau di bulan Ramadan kita mesti menahan nafsu, bukan cuma nafsu makan dan minum, tapi juga nafsu-nafsu yang lain. Kita juga harus senantiasa ngelakuin hal-hal yang positif dan bernilai pahala atau minimal kita nggak bikin puasa kita jadi nggak sah.

Seminar Bareng Blogger Cirebon

Di zaman sekarang internet sudah merupaka kebutuhan, di berbagai institusi baik itu pemerintaahan ataupun swasta semuanya membutuhkan internet. Jelas tujuannya untuk berkomunikasi, mencari informasi, mempromosikan produk dan jasa dan masih banyak lagi tujuan yang lainnya. Itu pula lah yang mengilhami para komunitas Blogger Cirebon untuk mengadakan seminar melek internet. Dengan menamakan acara tersebut Seminar Gratis Saatnya Melek Internet Bersama Blogger Cirebon dan Telkom Speedy.
Gue sebagai blogger juga pengen lebih melek lagi dalam hal internet. Makanya gue memutuskan untuk ikut. Kebetulan gue juga anggota Blogger Cirebon, tapi gue anggot yang pasif kebuki kemarin ajah pas acara ulang tahun Blogger Cirebon gue nggak dateng, dan waktu ada Cirebon Creative Expo juga gue nggak menyambangi stand yang di buka oleh Blogger Cirebon. Yah, maklum di saat yang sama tugas kuliah menunggu untuk segera diselesaikan.

Father Day Everyday

Gue baru tahu dan baru ngeh’ selain ada mother day ternyata ada fathers day juga. Kemarin tepatnya tanggal berapa gitu, gue lupa. Di bebrapa medsos ada yang ngucapin fathers day. Mengingat ada fathers day kemarin, gue jadi pengen nulis tentang bapak gue disini, kasian dia belum gue masuikin blog. Setelah aib adek, kakakdan emakgue di publish di sini, sekarang bisa jadi, aib bokap juga gue tampilkan disini. Gue hanya berdo’a semoga bokap nggak buka blog laknat milik anaknya yang membuka aib bapaknya sendiri.
Bukan apa-apa, gue takut dia malah girang, namanya masuk internet.. Saat gue bikin tulisan ini juga bokap gue lagi keluar rumah, jadi, gue aman *clingak-clinguk*.Bokap sekarang menjadi kepala sekolah di salah satu SD yang cukup lumayan nggak terkenal, di Google maps ajah nggak ke-detect. Udah lama dia jadi kepala sekolah sekitar 2 tahun yang lalu. Bokap nggak punya keistimewaan dia biasa-biasa ajah, wajahnya juga standar banget, gantengan anaknya. Seperti bapak-bapak biasa dia juga…

Alasan-Alasan Orang Tidak Mencetak Fotonya

Ada dua alat yang bisa merekam masa lalu; pertama adalah alat yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu ingatan, kemudian alat buatan manusia yaitu berupa video untuk merekam dan foto untuk mengambil gambar disetiap moment tertentu. Gue sendiri lebih tertarik untuk mengabadikan sebuah moment dengan jepretan foto ketimbang dengan merekamnya.
Alasannya, selain gue nggak punya alat perekam seperti handy-cam, sebuah gambar sudah cukup menjelaskan kejadian yang gue alami. Walaupun kamera yang gue gunakan hanya ukuran pixel paling kecil. Seandainya gue punya kamera SLR atau DSLR mungkin sudah banyak moment yang gue abadikan disetiap harinya. Yah, dalam hitungan hari manusia mempunyai moment spesial.
Adakalanya sebuah foto tidak bisa kita simpan di sebuah handphone atau perangkat keras lainnya saja. Sebagian ada yang di share melalui media sosial, ada juga yang di cetak untuk di pajang di ruangan tertentu di rumah kita. Gue lebih sering meng-share foto ke media sosial, jarang sekali gue mencetak…

Merasa Dihargai

Menghargai dan dihargai adalah sebuah hubungan timbal balik yang nyata, jika kita menghargai seseorang, maka kita akan dihargai. Paham bedanya kan; antara dihargai dan menghargai. Menghargai adalah cara kita memberi penghargaan atau memberi perhatian kepada orang lain, sementara dihargai adalah cara orang memberi penghargaan terhadap kita. Caranya sama hanya ketika menghargai kita yang jadi subjeknya, dan ketika dihargai kitalah yang menjadi objeknya.
Semoga kalian memahami apa yang gue paparkan. Kalaupun harus minum obat sakit kepala karena susah mencerna penjelasan gue yang berbelit-belit, gue saranin mending yang sesuai resep dokter. Dokter sunat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...