Minggu, 11 Mei 2014

Pindah Haluan..





Belakangan ini gue jadi suka minum kopi hitam ketimbang minum kopi yang macem-macem, maksud gue kayak semacam mocacino dan teman-temannya. Alasannya sederhana, karena setelah gue minum kopi mocacino gue jadi mules-mules dan badan gue jadi lemes. Pertanda ketidakcocokan gue sama si mocacino. Tapi karena gue pengen tetep ngopi gue cari cara yang lain, dengan satu syarat, yaitu nggak ngefek kayak gue minum kopi mocacino. Dan setelah gue berfikir dengan amat sangat serius, akhirnya gue nemu kopi hitam. Fix, gue masih bisa nikmatin kopi tanpa bolak-balik ke toilet sampai akhirnya tergeletak tak berdaya di atas jamban. I have a solution. Kopi hitam…

Gue cukup yakin dengan pilihan gue untuk pindah haluan; dari kopi mocacino ke kopi hitam. Kenapa? Ada banyak manfaat dibalik kopi hitam yang gue udah tau tapi lupa dan akhirnya jadi nggak tau. Salah satu manfaat dari kopi hitam adalah menjaga mata supaya tetap fokus ke dalam satu tujuan. Contohnya, ketika gue bikin tulisan. Actually, gue males dan nggak gampang fokus, tapi mendadak gue jadi fokus lagi setelah minum kopi hitam, entah itu sugesti doang atau guenya yang lebay. Tapi, gue sadar ternyata penyebab malas dan nggak fokus itu adalah rasa kantuk, dan ngantuk ketika di hajar pake kopi hitam, langsung deh tuh. Kantuknya K.O!


Disini gue nggak lagi ngiklan, apalagi promosiin atau review produk tertentu. Memang kelihatanya tulisan gue kayak ngajakin orang supaya minum kopi hitam. Gue rasa orang-orang yang baca tulisan gue cukup pintar, nggak mungkin mereka tiba-tiba jadi pengen minum kopi hitam setelah mendengar penjelasan kenapa gue minum kopi hitam, karena selain alasan gue kurang meyakinkan, juga karena tujuannya bukan untuk iklan tapi untuk curhat. Terserah kalau nantinya tiba-tiba yang baca tulisan gue secara mendadak saat itu juga jadi mau minum kopi hitam. Toh, gue nggak nyebutin kopi apa yang harus mereka minum.

“Udah, minum kopi kapal perang ajah, biar lo fokus”

Nah, itu baru kalimat ajakan…

Dulu emak gue yan doyan sama kopi hitam. Sekarang gue, dan emak gue sekarang nggak minum kopi hitam dia lebih milih minum kopi mocacino, katanya kalau minum kopi hitam lambungnya jadi sakit. Mendengar keluhan emak gue, berasa pengen bilang  “minum tengkorak white coffee, nggak perih di lambung”, lalu emak gue tiba-tiba niruin gaya Ralin Shah. Ah.. abusurd banget.

Kalau saja gue bisa tukeran lambung sama si emak, pasti gue nggak bakal mules-mules lagi setiap minum kopi yang tingkat kekerenannya di atas kopi hitam. Iya, menurut gue kopi mocacino, capucino dan cino-cino yang lain itu tingkat kekerenannya melambung tinggi di atas kopi biasa. Coba deh lo ke mall-mall, lebih mahal mana kopi yang cino-cinoan sama kopi hitam. Walaupun secara kualitas masih bagusan kopi hitam. Cino-cinoan dan kawan-kawannya juga harus selalu ingat bahwa mereka berasal dari kopi hitam,yang di campur sama bahan-bahan yang lain. Yah, intinya mah kopi lah. 



Sejarah mencatat ternyata penyebab bangsa Eropa menjajah negara-negara lain diluar Eropa juga karena mereka ingin mendapatkan kopi, selain memang mereka juga menginginkan rempah-rempah. Alasannya, di Benua Eropa nggak bisa ditanami pohon kopi, kopi hanya bisa di tanam di daerah kawasan Benua Asia, Afrika, dan Amerika. Mereka suka sama kopi karena kopi bikin kerja menjadi semangat. Iya, kopi tuh punya efek ‘heroin’, bisa membangkitkan semangat kerja dan bisa bikin candu. Ketagihan. Penyebab ketaghannya karena di dalam kopi ada kandungan kafein.

7 komentar:

  1. bener bang....kalau di pondok kopi hitam tetap jadi favorit...meskipun kadang kopi yang lain juga sih...tapi kopi hitam tetap yang juara...

    kadang emang kopi perlu banget...apalagi untuk anak kuliah.....anak pondok.....anak punk...anak jalanan...semua minum kopi...alasannya classic...semua orang tau...buat perang melawan kantuk...ngafalin rumus...ngafalin nadzom....ngafalin lagu...ya begitulah....kopi hitam kayaknya emang lebih perfectoooo!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak pondok lo mot??
      emang juar sih keren banget emang kopin item

      Hapus
  2. Yah.. masalah kopi item aja bisa jadi postingan yang gaul begini ya Pik..
    atau ini lo mengada-ada aja biar bisa jadi postingan?
    ah entahlah...

    yang jelas bahasan lo sederhana tapi asik buat dibaca.. keren pik.
    sejauh ini juga gue liat elo Tebe yang paling produktif..
    sini bonus cium :-*

    BalasHapus
  3. Saya juga lebih menyukai kopi hitam. Tapi kalau disuruh memilih, saya lebih memilih yang gratis.

    BalasHapus

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*