Rabu, 05 Desember 2012

MAAF KAWAN



                 Maaf kawan sekarang ku ta se’asik dulu, ku mungkin juga sudah berubah terlalu mencolok ,seakaan meninggalkan jauh apa yang selalu kita lakukan setiap hari, jarang berkumpul bersama, jarang membagi rasa ,ku selalu berkesan menghindar tapi bukan itu alasanku kawan .Dengarkan baik-baik kurasa kalian tau bapaku seorang guru ,profesi yang menuntut anaknya menjadi berguna buat masarakat dan selalu menjaga nama baik keluarga satu lagi dia ingin anaknya bernasib lebih baik dari bapaknya. Itu lah yang mendasari perubahanku ,mendasari perubahan sikap ku untuk menjadi apa yang bapku inginkan.
                 Dan ku sadar kawan ku lebih sering mengurung diri di rumah ,jarang menampakan muka, ketahuilah kawan bukan ku bermaksud tak mau bergaul dengan kalian tapi rupanya masalah yang tak ku duga-duga datang menghancurkan keluarga yang ku bangga-banggakan sebuah masalah dan kurasa ku sudah memberitahu salah satu dari kalian alasan kenapa ku tak seperti dulu karena juga ada masalah keluarga. Kawan aku mengucurkan airmata sendirian tak bisa ku tahan air mata ini kawan, ku ingin meminta maaf pada kalian yang sebesar-besarnya karna ku mungkin banyak kesalahan pada kalian ku sudah banyak kehilangan orang-orang yang sangat berharga, kebahagiaan seakan menjauh dariku, kawan kuingin berjabat tangan dengan kalian maaf atas segala kesalahanku.
Kini waktu mulai berjalan kawan seiring usia kita bertambah ,kita menjadi dewasa bukan hanya secara fisik tapi juga secara pemikiran dan pola pikir masing-masing individu mengenal lebih dalam sosok seorang wanita itu kelakuan normal kawan ,dan sekarangpun kita terpisahkan jarak kawan ku tau karena kita semua inginkan yang terbaik untuk diri kita masing-masing kalian mencari pekerjaan yang layak ,yang mampu merubah keadaan saat dulu masih menjadi bocah, akupun sama kawan. Semoga kalian sukses kawan ambil setiap pengalaman yang kalian dapatkan simpan baik-baik untuk kita ceritakan bersam suatu saat kita berkumpul bersama kawan, kalian kukenang selalu di hati dan juga ingatan.. salam persahabatan kawan acungkan jari tengah untuk desa tetangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih atas komen dan kunjungannya. Kalau ada kesempatan gue bakal BW balik. Aku sayang kalian. Muachh.. *kecup basah*