Kamis, 18 Agustus 2016

Kecerdasan Keuangan for Beginner





Dalam hal pengetahuan keuangan gue yakin orang yang seumuran gue (17 tahun) masih belum mengenal apa itu kecerdasan keuangan atau yang paling familiar deh yaitu kemampuan mengolah uang dengan baik. Buktinya adalah ketika gue punya uang banyak (relative) selalu habis dalam beberapa minggu saja. Kadang gue hitung lagi uang itu gue beliin apa dan gue spend uang buat apa ajah.

Setelah dihitung-hitung gue menemukan keanehan, bukan, bukannya muka yang gue aneh tapi… Gue baru sadar ternyata sebagian uang yang gue punya dihabiskan untuk hal-hal kontra produktif.. Artinya gue telah meghabiskan separuh uang itu untuk kegiatan yang sama sekali nggak bisa menambah uang yang gue punya – dimana konsep kecerdasan keuangan menurut gue adalah ketika uang yang kita punya paling tidak bisa bertambah nilainya (jadi banyak bukan karena ngepet atau melihara tuyul) atau kita bisa membelanjakannya dengan arif.

Kamis, 11 Agustus 2016

3 Tahapan Yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Belanja Online



Kemajuan teknologi khususnya di bidang telekomunikasi dan jaringan internet membuat kita semakin berkembang, dan dampaknya berkembang juga di bidang ekonomi. Banyak toko konvensional (offline) juga mempunyai toko online. Semuanya serba online termasuk dalam hal berbelanja. Belanja online di zaman sekarang sangat mudah, ditambah dengan menjamurnya toko-toko online yang menjual berbagai kebutuhan, membuat kita mempunyai banyak referensi toko online yang menjual barang sejenis – yang kita inginkan – atau pun barang yang berbeda.

Karena saking banyaknya toko online yang menjual barang yang sama, mungkin kita juga bingung apa yang harus kita lakukan supaya tidak takut atau was-was katika berbelanja online. Gue pun mengalami hal yang sama ketika pertama kali mencoba belanja online. Ditambah gue nggak tahu apa yang harus dilakukan sebelum gue belanja online waktu itu.

Sabtu, 23 Juli 2016

Life Ready




Bulan kemarin bapak beli paralon buat benerin saluran air yang udah lama pakek selang. Kata bapak selang bukan untuk tempat air mengalir jangka panjang, sifat selang yang lentur  pun jadi masalah. Dari situ gue banyak belajar siapa tahu nanti ketika gue punya rumah sendiri dan gue harus benerin saluran air sendiri, motong paralon sendiri dan lain-lain serba sendiri karena bapak nggak selalu ada di samping gue. 

Semakin kita dewasa semakin kita dituntut untuk menjadi mandiri dalam segala hal. Kita harus bisa terlepas dari orang tua, dalam artian nggak boleh lagi apa-apa ngandelin orang tua. Di sekolah gue nggak pernah diajarin gimana caranya nyuci baju sendiri. Padahal itu sangat penting. Di sekolah gue cuman diajarin suruh pakek baju/seragam doang soalnya kalau nggak pakek baju aurat gue kemana-mana.

Jumat, 15 Juli 2016

Kita Utang Pada Siapa?



Apakah kita pernah berpikir dari triliunan utang Indonesia bisa kita (negara ini) bayar? Pasti pernah. Gue pun sering berpikir seperti itu. Walaupun tidak pernah ketemu kapan Indonesia bisa bebas dari ‘hutang luar negri’. 

Dalam sebuah dialog bersama Dokter Asad, mas Reza dan pak Adi kami berempat tampak serius berbincang tentang Indonesia. Salah satunya tentang hutang luar negri Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin bertambah. 

Pak Adi adalah seorang mantan Vice President bank devisa, ahli perbankan dan sudah 28 tahun berkecimpung di dunia per-uang-an, beliau mengatakan “Indonesia baru bisa bebas hutang kalau menjual satu pulau”, Dokter, mas Reza dan (apalagi) gue melongo dan heran: pertama kok beliau bisa menghitung sampai sejauh itu, kedua kita bingung sampai segitu banyak kah hutang Indonesia sampai harus menjual pulau. Dalam benak gue “pulau mana, yah, enaknya untuk dijual”.. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...