Sabtu, 24 September 2016

Do We Have a Choice?





Di antara pilihan untuk ngefans sama Raisa atau Isyana gue memilih untuk ngefans sama Raisa bukan karena alasan fisik, bukan karena alasan siapa lebih lama berada di dunia entertain dan bukan pula karena jumlah album yang telah mereka buat. Tapi karena pilihan ajah dan gue dibiarkan untuk memilih, maka gue memilih untuk ngefans sama Raisa. Kalau ditanya kenapa gue nggak milih Isyana karena gue udah pilih Raisa. Masa gue pilih dua-duanya – which is baik Raisa maupun Isyana nggak bisa gue pacarin, nikahin dan jadi ibu dari anak-anak gue kelak. Eaaa..

Pilihan itu selalu ada dan kita harus memilih. Tapi gimana kalau pilihan itu nggak bisa kita pilih karena bertentangan dengan pilihan orang yang benar-benar kita sayangi.

Jumat, 02 September 2016

Everything Is Beginning From Our Mind and Brain



Beberapa bulan ini mungkin dari enam bulan yang lalu gue mulai tertarik dan mempelajari tentang bagaimana cara kerja pikiran dan bagaimana otak memprosesnya. Dan setelah mendalami dan mempelajarinya gue makin tertarik untuk terus mencari informasi tentang hal ini. Walaupun gue dasarnya bukan berasal dari bidang ini dimana harusnya yang mempelajari ini adalah orang-orang psikologi, saintis, neurosaintis, dokter dan yang berhubungan dengan ilmu tersebut.
Nggak ada larangan bagi siapapun untuk mempelajari ilmu apapun selama ilmu itu bukan ilmu sesat dan ilmu mengmbalikan ingatan mantan tentang kita. Apasih..
Karena nggak ada larangan jadi, ya, lanjut ajah..
Yang menarik dari mempelajari dan mendalami tentang otak manusia dan pikiran manusia adalah ketika gue tahu betapa dahsyat otak kita, betapa mengerikan kemampuan otak kita, dan betapa kita nggak pernah sadar ada ciptaan Tuhan yang maha luar biasa berada tepat di kepala kita. Duar!

Senin, 29 Agustus 2016

Daftar Hotel di Samarinda yang bisa Kamu Jadikan Tempat Menginap




Mimpi gue yang pengen keliling Indonesia mengunjungi tempat terindah dan tempat bersejarahnya masih tetap ada sampai saat ini. Gue percaya suatu saat akan terlaksana. Mungkin awalnya dari kenal orang-orang dari luar pulau Jawa dulu kayak Samarinda misalnya. Gue punya temen orang Samarinda walaupun kita kenal satu sama lain lewat media sosial dan blog. Namanya Kukuh dan Ichsan (si Ayam Sakit). Kita cukup akrab di sosial media, mungkin kalau gue udah start keliling Indonesia dan ketika gue berkunjung ke Samarinda, mereka lah yang akan gue hubungi terlebih dulu.

Sebelum gue sampai tempat-tempat yang akan gue kunjungi nanti mungkin gue akan survey hotelnya dulu. Jadi traveler harus serba tahu dan harus cari info sebanyak-banyaknya tentang tempat yang akan dikunjungi. Buat lo yang suka bepergian secara backpacker ke berbagai daerah, tentunya butuh tempat bermalam bukan? Nah gue udah bikin list beberapa hotel untuk bermalam di Samarinda. Mungkin ini akan bermanfaat buat lo yang sedang merencanakan untuk bepergian ke kota Samarinda namun belum tahu mau bermalam di mana dan hotel apa. Nih beberapa hotel yang bisa lo jadikan tempat untuk bermalam di kota Samarinda.

The Chef of South Polar: Sebuah Film Komedi Kedinginan




Entah apa yang membuat gue di Sabtu malam sampai Minggu pagi sedemikian banyaknya meluangkan waktu untuk membaca. Membaca apapun dari mulai bacaan serius sampai novel (novel yang berbau jepang). Paginya jam enam gue bangun dengan keaadaan perut bermasalah, tanpa basa-basi gue ambil buku untuk teman selama beberapa menit jongkok dengan mengeluarkan ‘keluh-kesah’ yang muncul setiap pagi seperti kebiasaan manusia memenuhi kebutuhan bernafasnya.
Setelah selesai mengeluarkan sisa tenaga ‘keluh kesah’ itu, gue mencoba untuk tidak melanjutkannya dengan kegitan yang bernama mandi. Yah, meles. Mandi di Minggu pagi untuk gue, hanya ketika ada momen spesial dan ketika akan pergi bersama someone spesial ajah. Karena hari minggu itu nggak ada duo spesial itu, akhirnya dengan sangat diinginkan gue nggak mandi. Kalian bisa tutup hidung.